Unjuk Rasa Mahasiswa

Ini Alasan Polisi Lakukan Diskresi Tak Keluarkan Izin Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian mengaku tak ingin kembali kecolongan unjuk rasa berujung kerusuhan atau anarkis.

Ini Alasan Polisi Lakukan Diskresi Tak Keluarkan Izin Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Apel gabungan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019). 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian mengaku tak ingin kembali kecolongan unjuk rasa berujung kerusuhan atau anarkis, jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Oleh karena itu, pihak kepolisian pun melakukan diskresi dengan tak menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) unjuk rasa.

"Kita tidak ingin kecolongan demi bangsa dan negara, maka kita kembali ke peraturan."

Jokowi Membisu Saat Ditanya Soal Perppu KPK, Dua Pimpinan MPR Langsung Sigap Alihkan Pertanyaan

"Supaya pelanggaran tidak terjadi kan ada dua langkah, pertama melakukan tindakan preventif dan kedua penegakan hukum," ujarnya di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

"Kalau kita dari intelijen sudah memahami ada potensi aksi anarkis ya masa didiamkan?"

"Masa kita reaktif baru menindak? Nanti salah lagi."

OTT Berlangsung Dramatis, Staf Protokol Wali Kota Medan Nyaris Tabrak Petugas KPK

"Oleh karena itu kita menggunakan diskresi, selain mengimbau juga tidak menerbitkan tanda terima pada saat ada unjuk rasa," tutur Kapolri.

Tito Karnavian pun mengimbau agar masyarakat tak melakukan mobilisasi massa.

Sebab, saat mobilisasi massa dilakukan, pada akhirnya cenderung berubah menjadi massa anarkis.

Maruf Amin Rahasiakan Kostum yang akan Dipakai Saat Pelantikan, Mengaku Masih Agak Kaget-kaget

"Kita ingin mengimbau masyarakat untuk sebaiknya tidak melakukan memobilisasi massa."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved