Trem Kota Bogor

Trem di Kota Bogor Diprediksi Baru Bisa Beroperasi Tahun 2023, Masih Ada 4 Kajian Harus Dilalui

Paling tidak ada empat pihak yang masih melakukan kajian terkait penerapan trem di Kota Bogor dan pihaknya masih menunggu hasilnya

Trem di Kota Bogor Diprediksi Baru Bisa Beroperasi Tahun 2023, Masih Ada 4 Kajian Harus Dilalui
istimewa
Ilustrasi Trem di Belanda. Akan ada yang dihibahkan ke Kota Bogor 

Pemerintah Kota Bogor masih terus melakukan berbagai kajian sebelum menerapkan moda transportasi trem, sekaligus menjadi pengumpan bagi Lintas Rel Terpadu (LRT) di Kota Bogor

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan di Bogor, Rabu, paling tidak ada empat pihak yang masih melakukan kajian terkait penerapan trem di Kota Bogor dan pihaknya masih menunggu hasilnya.

Dedie menjelaskan, pihak pertama adalah, Atase Perhubungan di Konjen RI di Denhaag Belanda. "Atase Perhubungan di KJRI itu masih melakukan kajian teknis, soal rencana hibah 24 unit trem dari Pemerintah Utrech, Belanda, ke Pemerintah Kota Bogor," katanya.

Peresmian Kereta Api Pangrango Tambahan, Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah bersama Wakil Wali Kota Kota Bogor, Dedie Rachim melambaikan selamat jalan kepada penumpang.
Peresmian Kereta Api Pangrango Tambahan, Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah bersama Wakil Wali Kota Kota Bogor, Dedie Rachim melambaikan selamat jalan kepada penumpang. (Wartakotalive.com/Mohamad Yusuf)

Kedua, kajian teknis yang dilakukan oleh Colas Rail, sebuah perusahaan jasa penyedia sistem perkeretaapian dari Prancis. "Colas Rail, peduli terhadap hibah trem dari Belanda ke Kota Bogor dan melakukan kajian teknis kelayakan penerapan trem di Kota Bogor," katanya.

Polisi Minta Warga dan Pelajar Bogor Tak Unjuk Rasa ke Jakarta Saat Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

Menikmati Suasana Kota Bogor dari Sangiang Street Food Amaroossa Royal Bogor

Bogor Diguyur Hujan, Sampah Bambu Penuhi Bendung Koja Jatiasih Kota Bekasi

Menurut Dedie, Colas Rail melakukan kajian dalam beberapa aspek dan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan. "Pemerintah Kota Bogor, masih menunggu kajian dari Colas Rail ini," katanya.

Ketiga, kajian dari PT Industri Kereta Api (INKA) yang melakukan kajian teknis trem dan penyediaan lahannya. Kemudian, keempat, kajian dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BBPJ).

 Menurut dia, BPPJ juga melakukan kajian keterpaduan antar-moda transportasi di Kota Bogor, termasuk keterpaduan trem dengan LRT yang rencanannya akan dioperasikan sampai ke Terminal Baranangsiang.

25 Tahun Dyandra Promosindo, Luncurkan Dyandra Academy untuk Menyambut Tantangan Industri MICE

"Ada banyak aspek yang dilakukan kajian, sehingga pada saatnya sudah benar-benar siap diterapkan," kata Dedie.

Dedie memperkirakan, trem di Kota Bogor akan diterapkan mulai 2023, dengan membangun delapan halte pemberhentian.

Delapan halte tersebut yakni, di Jalan Suryakencana, di depan Bogor Trade Mall (BTM), di Jalan Paledang, di depan Alun-Alun Bogor, di Sempur, di Lippo Kebun Raya Bogor, di depan Rumah Sakit PMI dan Terminal Baranang Siang.

Balas Dendam Atas Teman Tewas Diduga Jadi Motif Perusakan Terhadap Gedung SMK Izzata Depok

Halaman
123
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved