Kamis, 16 April 2026

Kesehatan

Biarkan Pasien Kanker Santap Makanan yang Disukai

Salah satu ciri terkena kanker, secara kasat mata adanya penurunan berat badan yang cukup signifikan walaupun tanpa diet.

Penulis: |
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM, FACP yang juga ahli hematologi dan onkologi dari Rumah Sakit Medistra, Jakarta. 

 Istri Mantan Dandim Kendari Irma Nasution Dilaporkan Anggota Denpom TNI ke Polisi, Sebagai Pribadi

Orang di sekeliling pasien kanker, ‘termakan’ mitos tentang banyaknya larangan makanan untuk pasien kanker.

Padahal menurut dokter Dedy, saat pasien kanker ingin makan, biarkan makan apa saja yang dia sukai, mumpung lagi mau makan.

Jangan terlalu diberi banyak pantangan-pantangan.

Beberapa pantangan yang muncul misalnya menghindari karbohidrat seperti nasi.

Padahal pasien kanker membutuhkan kalori dari protein, lemak, dan juga karbohidrat. Sehingga biarkan saja. Kecuali sudah berlebihan (biasanya sangat jarang) baru diarahkan.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM, FACP yang juga ahli hematologi dan onkologi dari RS Medistra  mengatakan, mengonsumsi sate juga seringkali dituding menjadi penyebab kanker.

 Jadi Korban Tindak Terorisme, Wiranto dan 3 Korban Penusukan Dapat Kompensasi dari LPSK

Padahal, hanya daging merah yang dipanaskan hingga menjadi kehitaman (arang) yang menjadi karsinogen (zat yang menyebabkan kanker).

Sementara bila ikan bakar, atau sate ayam walaupun agak kehitaman dianggap bukan karsinogen.

“Daging merah yang dipanaskan jadi arang akan menjadi karsinogen. Bukan arangnya tapi daging merahnya. Kulit ayam dibakar tidak apa-apa,” ujar Prof Aru saat menjadi pembicara di acara Media Workshop Patient Journey in Oncology Total Solution.

Acara tersebut diselenggarakan PT Kalbe Farma Tbk bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia di Hotel Rancamaya, Selasa (8/10/2019).

Selain daging merah yang dibakar hingga kehitaman, juga makanan yang diberi formalin.

Bangkit dari Depresi, Dita Mey Chan Ciptakan Lagu Ibu yang Sakral

Tahu yang di pasaran diyakini 60 persen mengandung formalin. Sehingga harus hati-hati mengonsumsi tahu.

Sementara tempe dianggap lebih aman karena bila mengandung formalin atau zat kimia lain selain ragi, jamur yang ada di tempe tidak akan tumbuh.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved