UU ITE Tak Melarang Buzzer, Menkominfo Ogah Tanggapi Pernyataan Moeldoko
MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara angkat bicara terkait fenomena buzzer yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini.
MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara angkat bicara terkait fenomena buzzer yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini.
Menurutnya, dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), tak ada aturan yang mengikat terkait buzzer, influencer, bahkan endorser.
Sehingga, buzzer atau pendengung tidak dilarang, selama konten yang disiarkan tidak melanggar undang-undang.
• PA 212 Salahkan Ninoy Karundeng karena Berada di Pejompongan yang Diklaim Kawasan Oposisi
"Buzzer itu enggak ada yang salah. Di UU ITE enggak ada buzzer dilarang. Apa bedanya buzzer dengan influencer, buzzer dengan endorser?"
"Itu aja. Kalau (buzzer) salah, kalau kontennya melanggar undang-Undang."
"Selama enggak melanggar undang-Undang, mau buzzer, mau influencer ya sama saja," jelasnya di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).
• Anti Mainstream, Perusahaan Ojol Anyar Ini Berikan Asuransi Bunuh Diri untuk Mitra Pengemudinya
Rudiantara pun enggan mengomentari pernyataan Ketua KSP Moeldoko terkait penertiban buzzer.
"Saya enggak tahu, tanya ke Pak Moeldoko," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai buzzer atau orang yang mampu mempengaruhi pengikutnya lewat media sosial, sudah tidak diperlukan lagi.
• Pendopo Rumahnya Jadi Tempat Nikah Warga, Anies Baswedan: Dari Awal Didesain Bisa Dipakai Masyarakat
"Dalam situasi ini, bahwa relatif sudah tidak perlu lagi buzzer-buzzeran," ujar Moeldoko di Jakarta, Jumat (4/10/2019).
Moeldoko mengaku telah mengimbau para buzzer pendukung Presiden Jokowi, yang selama ini tidak pernah dibentuk secara administrasi, agar tidak menyampaikan pesan yang menyakiti pihak lain.
• DAFTAR Lengkap Panglima TNI Sejak Tahun 1945: Mayoritas dari Angkatan Darat
"Tapi yang diperlukan adalah dukungan-dukungan politik yang lebih membangun, bukan dukungan politik yang bersifat destruktif."
"Karena kalau buzzer ini selalu melemparkan kata-kata yang tidak enak didengar, tidak enak di hati, dan itu sudah tidak perlu," paparnya.
"Partai politik itu sudah bersepakat untuk berkoloborasi, maka saya berharap buzzer dari segala penjuru juga harus menurunkan egonya."
• Moeldoko: Bukan Mahasiswa Saja yang Didengar Presiden, Semua Harus Dipikirkan
"Menurunkan apa itu semangat yang berlebihan dan seterusnya. Semangat untuk membangun kebencian harus dihilangkan," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rudiantara_001.jpg)