Penipuan

Tawarkan Pembuatan KTP, SIM, dan SKCK, Komplotan Pemalsu Dokumen Diringkus

"Dia gunakan cairan untuk menghapus tulisannya, isinya saja yang diubah disesuaikan data pemohon," kata Arie Adrian.

Tawarkan Pembuatan KTP, SIM, dan SKCK, Komplotan Pemalsu Dokumen Diringkus
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Adrian menunjukkan barang bukti SKCK palsu di Mapolresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (9/10/2019). 

Dua pelaku yang menawarkan jasa pembuatan dokumen palsu untuk kepentingan pendaftaran taksi online diringkus oleh Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Kedua pelaku yakni NF (32) dan HA (33) memalsukan kartu tanda penduduk (KTP) , surat izin mengemudi (SIM), dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Adrian, mengatakan, pelaku NF bertugas memalsukan dokumen menggunakan cara menghapus identitas SKCK asli menggunakan cairan bayclin.

Sedangkan untuk KTP dan SIM asli dihapus menggunakan amplas.

"Ini dihapus kemudian ditulis kembali dicetak lalu dilaminating, untuk SKCK juga bahannya asli," kaa Arie Andrian di Mapolresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (9/10/2019).

Pengurusan Sertifikat Disebut Berbelit, Ini Penjelasan Kepala BPN Kota Bekasi

Ingin Buang Sial, Ini Janji Nunung Srimulat Jika Bebas dari Jeratan Kasus Narkoba

"Dia gunakan cairan untuk menghapus tulisannya, isinya saja yang diubah disesuaikan data pemohon," katanya lagi.

Bahan baku SIM, KTP, dan SKCK asli itu, kata Arie, didapatkan pelaku dari seorang copet yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Dia mendapatkan SIM dan KTP asli dari copet di Jakarta Pusat, dia beli di sana 100.000 satu lembar baru diapus dan dicetak kembali," tuturnya.

Sementara itu, HA memiliki peran untuk mencari pelanggan yang ingin membuat dokumen SIM, KTP, dan SKCK secara cepat tanpa membutuhkan waktu lama.

Selain mengamankan NF dan HA, lima orang yang sudah menggunakan jasa dua orang pelaku itu juga ikut dijaring oleh petugas.

Segera Telepon Ibu Anda Untuk Mengobati Stres dan Kesepian, Cara Ini Dijamin Ampuh

Membuat Catatan Harian Sebelum Tidur Malam Bakal Membuat Anda Terlelap Nyaman hingga Pagi

Arie mengatakan, lima pelaku AAA (29), AS (36), IR (33), MH (28), S(32), memanfaatkan dokumen palsu itu untuk mendaftar sebagai taksi online.

"Ada beberapa pelaku menggunakan dokumen-dokumen ini untuk mengajukan sebagai pengemudi taksi online," katanya.

Para pelaku terancam Pasal 263 dan 264 KUHP tentang pembuatan surat palsu dengan ancaman penjara paling lama delapa tahun.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved