Senin, 27 April 2026

Unjuk Rasa Mahasiswa

Yenny Wahid dan Sejumlah Tokoh Minta DPR Dengarkan Aspirasi Mahasiswa

Para tokoh Indonesia ingatkan DPR untuk merespon dan mendengar apa yang diingkankan rakyat melalui mahasiswa

Warta Kota/Joko Supriyanto
Polisi menghalau massa yang berada tidak jauh dari perlintasan kereta api Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019) malam. 

Putri Presiden keempat RI Abdurahman Wahid, Yenny Wahid, menyikapi aksi unjuk rasa mahasiswa yang tejadi di beberapa daerah di Indonesia.

Menurut Yenny Wahid apa yang disampaikan mahasiswa dan elemen masyarakat terkait pengesahan UU KPK dan pembahasan beberapa RUU lainya belum mewakili aspirasi masyarakat.

Yenny Wahid bersama sejumlah tokoh lainnya, Jimly Asshiddiqie, Romo Magnis Suseno, dan Abdillah Toha menyatakan sikap bahwa DPR dan pemerintah harus segera merespons masukan dari masyarakat.

"DPR dan Pemerintah agar berjiwa besar dengan mempertimbangkan masukan dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat yang terus disuarakan di berbagai wilayah di Tanah Air," ucap Yenny Wahid saat konfrensi pers di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Yenny Wahid bersama sejumlah tokoh yakni Jimly Asshiddiqie, Romo Magnis Suseno dan Abdillah Toha menyatakan sikap bahwa DPR dan pemerintah harus segera merespon masukan masyarakat terkait UU KPK dan RUU lainnya.
Yenny Wahid bersama sejumlah tokoh yakni Jimly Asshiddiqie, Romo Magnis Suseno dan Abdillah Toha menyatakan sikap bahwa DPR dan pemerintah harus segera merespon masukan masyarakat terkait UU KPK dan RUU lainnya. (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Buktikan Pasal Karet KUHP, Haris Azhar Kisahkan Nenek 82 Tahun yang Harus Dipenjara

Yenny mengapresiasi sikap mahasiswa dan elemen masyarakat yang terus menyerukan dan memberi dukungan kepada KPK dalam memberantas korupsi.

"Mengapresiasi sikap mahasiswa dan elemen masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditunjukkan melalui sikap kritis sebagai hak konstitusional warga negara dengan tetap menghormati hasil pemilu 2019 yang merupakan pilihan rakyat Indonesia," ucap Yenny.

Selain itu, Yenny juga mendesak kepada aparat kepolisian agar menghindari cara-cara eksesif dalam menangani aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat di seluruh Indonesia.

BOCORAN Calon Menteri Kabinet Jokowi Mulai dari AHY, Sandiaga, Grace Natalie hingga Yenny Wahid

Ia juga meminta, kepada para mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya dilakukan secara damai dan dalam koridor hukum serta tidak menggunakan aksi kekerasan.

"Tetap mewaspadai penyusupan pihak-pihak yang bermaksud mencederai tujuan murni aksi unjuk rasa mahasiswa," kata Yenny.

Yenny juga menegaskan kepada seluruh komponen masyarakat bangsa tetap mengedepankan pendekatan dialog dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dengan dilandasi semangat kekeluargaan yang merupakan ciri kepribadian Bangsa Indonesia.

Kalangan demonstran yang mengalami luka-luka adalah kalangan mahasiswa.
Kalangan demonstran yang mengalami luka-luka adalah kalangan mahasiswa. (TMC Polda Metro Jaya)

Jangan sudutkan mahasiswa

utri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, meminta pemerintah tidak asal menuduh aksi mahasiswa ditunggangi pihak tertentu.

Terlebih, kata Yenny Wahid, tudingan tersebut dihubung-hubungkan dengan ancaman terhadap pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober 2019.

"Karena itu saya mengimbau kepada pemerintah agar tidak menggunakan retorika yang bisa dianggap menyudutkan mereka seolah-olah mereka mudah ditunggangi, melaksanakan aksi-aksi karena ada motif politik tertentu, itu harus dihindari retorika seperti itu," ujar Yenny Wahid kepada wartawan di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).

Panik Hadapi Demo Mahasiswa, Pengamat Politik Sebut Pemerintahan Jokowi Terlalu Ceroboh

Yenny Wahid mengingatkan seharusnya pemerintah lebih banyak mendengarkan aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved