Breaking News:

Unjuk Rasa Mahasiswa

Yenny Wahid dan Sejumlah Tokoh Minta DPR Dengarkan Aspirasi Mahasiswa

Para tokoh Indonesia ingatkan DPR untuk merespon dan mendengar apa yang diingkankan rakyat melalui mahasiswa

Warta Kota/Joko Supriyanto
Polisi menghalau massa yang berada tidak jauh dari perlintasan kereta api Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019) malam. 

Peryataan itu dikatakan Yenny bersama sejumlah tokoh lainnya yakni Jimly Asshiddiqie, Romo Magnis Suseno, dan Abdillah Toha.

Berikut point-point peryataan sikap sejumlah tokoh:

1. DPR dan Pemerintah agar berjiwa besar dengan mempertimbangkan masukan dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat yang terus disuarakan diberbagai wilayah di Tanah Air.

2. Mengapresiasi sikap mahasiswa dan elemen masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditunjukkan melalui sikap kritis sebagai hak konstitusional warga negara dengan tetap menghormati hasil pemilu 2019 yang merupakan pilihan rakyat Indonesia.

Pernyataan Menkumham

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menilai aksi mahasiswa menuntut pembatalan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, dan sejumlah undang-undang ditunggangi pihak tertentu.

Namun, Yasonna tak merinci siapa pihak tertentu yang dia maksud.

"Kami harus jelaskan dengan baik karena di luar sana, sekarang ini isu dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan politik," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly memberi keterangan kepada pers setelah bertemu dengan Baiq Nuril di Kantor Kemenkumham, Senin (8/7/2019).
Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly memberi keterangan kepada pers setelah bertemu dengan Baiq Nuril di Kantor Kemenkumham, Senin (8/7/2019). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Saya berharap kepada para mahasiswa, kepada adik-adik, jangan terbawa oleh agenda-agenda politik yang enggak benar," kata politisi PDI-P itu.

Yasonna menyatakan, jika para mahasiswa mau bertanya, bahkan berdebat tentang RUU, sebaiknya tinggal datang ke DPR atau dirinya.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved