Breaking News:

Buktikan Pasal Karet KUHP, Haris Azhar Kisahkan Nenek 82 Tahun yang Harus Dipenjara

Pasal-pasal yang termuat dalam RKUHP saat ini dianggap tidak memperbaiki KUHP sebelumnya.

Youtube Indonesia Lawyers Club (ILC)
Pengacara Rocky Gerung, Haris Azhar. 

Banyak pasal karet yang terdapat dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) saat ini. Pasal-pasal di KUHP itu tidak jarang menyerang golongan masyarakat rentan seperti nenek berusia  82 tahun.

Hal itu diceritakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lokataru Hariz Azhar. Haris mengakui KUHP memang harus direvisi karena selain usang KUHP buatan Belanda itu juga banyak mengandung pasal multitafsir dan karet.

Misalnya saja kata Haris, selama ini ia kerap menghadapi kasus-kasus hukum yang menimpa golongan masyarakat rentan.

“Saya punya temen dua hari lalu dateng, dia dampingi nenek-nenek usia 82 tahun dipidana, dia tanya saya apa argumentasinya Pak Haris,” kisah Haris di Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa (25/9/2019) malam.

“Saya bilang apa yang mau dipakai kalau argumentasinya 82 tahun, bawa aja itu nenek-nenek ke kantor Polisi,” imbuhnya.

Menurutnya hal-hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian DPR RI ketika mencoba memperbaiki KUHP buatan Belanda.

Sangat disayangkan, yang terjadi dalam RKUHP justru sebaliknya. Beberapa pasal yang termuat dalam RKUHP masih menimbulkan multitafsir dan pasal karet.

“Jadi maksud saya kodifikasi dalam konteks negara kontinental seperti ini harus difikirkan, dia bukan sekedar teks, negara yang harus tampil ke masyarakat, tanya apa yang dibutuhkan masyarakat,” jelas mantan aktivis Komisi untuk Orang Hilang Korban Kekerasan (Kontras) itu.   

Haris menjelaskan perumusan KUHP Indonesia harus mencontoh pembuatan konstitusi di Afrika Selatan.

“Ketika post apartheid mereka ada namanya konstitusi sementara, dan di dalam konstitusi sementara itu ada tim yang dikerahkan untuk berdialog dengan masyarakat untuk mengambil nilai,” jelas Haris.

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved