Jumat, 24 April 2026

Novel Baswedan Diteror

Ditanya Perkembangan Kasus Novel Baswedan, Polri: Sabar, Tim Teknis Bekerja Keras Setiap Detik

POLRI mengatakan pihaknya terus bekerja mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

POLRI mengatakan pihaknya terus bekerja mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, update mengenai kasus itu memang tak bisa diungkap ke media.

"Kita sedang bekerja, tim teknis sedang bekerja ya. Keras bekerja itu, setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari tim bekerja."

Polda Jatim Juga Kirim Surat Red Notice ke Interpol untuk Tangkap Veronica Koman

"Tidak mungkin juga kita sampaikan ke media, bocor itu semua," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

Ia pun meminta semua pihak mendoakan agar kepolisian dapat mengungkap kasus itu.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini hanyalah masalah waktu semata.

Bus dan Kereta di Ibu Kota Baru Bakal Dioperasikan Tanpa Awak

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu juga mengaku pihaknya masih optimis dalam mengungkap kasus itu.

Kendala yang dihadapi tak lain karena masalah teknis dan kurangnya alat bukti.

"Doakan saja kita dapat mengungkap kasusnya. Sabar, ini masalah waktu saja ya."

Sore Nanti Pemprov DKI Gelar Konvoi Mobil Listrik, Ini Rute dan Pengalihan Arus Lalu Lintasnya

"Ini memang faktor teknis di lapangan. Minimnya alat bukti petunjuk dan lain-lain," ucapnya.

Sebelumnya, Polri membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti seluruh temuan dan rekomendasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Merespons pembentukan tim tersebut, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku belum pernah mendengar istilah tim teknis dalam sejarah per-investigasi-an Indonesia.

"Karena memang belum pernah ada di sejarah investigasi Indonesia."

 Butuh Biaya Rp 466 Miliar untuk Boyong Satu Juta PNS ke Kalimantan karena Ibu Kota Pindah

"Saya heran kenapa ada tim teknis lagi. Apakah penyidik itu kerjanya enggak teknis?" ujar Novel Baswedan ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (31/7/2019).

Tim di bawah pimpinan Kabareskrim Komjen Idham Aziz ini bekerja mulai 1 Agustus 2019.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved