Revisi UU KPK

ICW Curiga Pasal dalam Revisi UU KPK Ini Bertujuan untuk Singkirkan Novel Baswedan

DPR telah mengesahkan revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK), Selasa (17/9/2019).

ICW Curiga Pasal dalam Revisi UU KPK Ini Bertujuan untuk Singkirkan Novel Baswedan
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

DPR telah mengesahkan revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK), Selasa (17/9/2019).

Sejumlah pasal perubahan yang ada di UU KPK ini dianggap berpotensi melemahkan lembaga anti-rasuah.

Di antaranya, soal keberadaan dewan pengawas, hingga kewenangan KPK menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).

Legalkan PKL Jualan di Trotoar, Anies Baswedan: Banyak Kebijakan Kita Diskriminatif pada yang Lemah

Tak cuma melemahkan KPK secara kelembagaan, Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap satu pasal dalam revisi itu juga menyasar ke penyidik senior KPK Novel Baswedan, yakni Pasal 45A.

Pasal tersebut mengatur mengenai syarat untuk menjadi penyidik KPK.

Dalam pasal 45A ayat 1 huruf c disebutkan, untuk menjadi penyidik KPK, seseorang harus sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

Tuntut Agus Rahardjo Cs Mundur, Demonstran Ini Justru Tak Tahu Siapa Pimpinan KPK

"Ada upaya untuk menggeser kerja Novel dari pemberantasan korupsi," ujar peneliti ICW Wana Alamsyah kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).

Kesehatan Novel Baswedan saat ini terganggu.

Dua tahun lalu dua orang tak dikenal menyiram air keras ke wajahnya, hingga mengakibatkan kerusakan kedua mata mantan perwira Polri ini.

BREAKING NEWS: DPR Targetkan Revisi UU KPK Disahkan Hari Ini

Kepolisian hingga saat ini tidak berhasil mengungkap siapa pelakunya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved