Senin, 8 Juni 2026

Pelaku E-commerce Mulai Ingin Mandiri

Berulangkali mendapatkan suntikan dana hingga jutaan dollar Amerika Serikat (AS) dari investor, para pelaku e-commerce tampaknya semakin ingin mandiri

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Berulangkali mendapatkan suntikan dana hingga jutaan dollar Amerika Serikat (AS) dari investor, para pelaku e-commerce tampaknya semakin serius ingin mandiri.

Mereka mencari aneka peluang monetisasi bisnis.

Bukalapak, misalnya, berambisi menjadi unicorn pertama yang meraih titik impas investasi alias break even point (BEP).

"Tujuan kami selanjutnya break even atau juga mulai meraih keuntungan," kata Intan Wibisono, Head of Corporate Communication Bukalapak, seperti dikutip Kontan baru-baru ini.

Selain platform dagang, Bukalapak fokus pada mitra bisnis, layanan finansial, dan beberapa program yang berkaitan dengan layanan pemerintah atau e-government.

Ekonom INDEF: Bukalapak Alami Dotcom Bubble?

Dalam program Mitra Bukalapak, contohnya, mereka menjadi intermittent supplier atau pemasok terputus yang menyodorkan harga jual bersaing.

Target Bukalapak adalah menggaet lebih banyak mitra untuk berjualan.

Dalam catatan Bukalapak sejauh ini, ada lebih dari 2 juta warung mitra dan agen individual di 477 kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Setiap hari, perusahaan itu mencatatkan transaksi penjualan lebih dari 2 juta.

Iming-iming lain yakni Bukalapak memungut pajak kepada para mitra pelapak.

Namun, mereka menerapkan program Super Seller yang mengharuskan mitra pelapak untuk membayar satu peren dari hasil penjualan.

Bukalapak menjanjikan aneka fitur, bonus dan diskon atas keikutsertaan program itu.

Selain menjalankan program yang sudah ada, Bukalapak akan menyodorkan aneka produk inovatif.

Beberapa di antaranya seperti Serbu Seru, Flash Deal, dan promosi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Ada pula produk-produk virtual yakni BukaAsuransi, BukaPembiayaan, dan Tiket Kereta Bandara.

Bukalapak Melakukan Pengurangan Karyawan, Ini Tanggapan dari INDEF

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved