BPJS Kesehatan Defisit, Iuran Naik: Diperkirakan Banyak Peserta Pindah Kelas
Iuran naik, BPJS Kesehatan perkirakan banyak peserta JKN akan pindah ke kelas yang lebih rendah dibandingkan saat ini.
"Kalau kemampuan bayarnya tepat kolektibilitasnya akan bagus. Ini lebih bagus dibandingkan dipaksakan di kelas 1 tapi kolektibiliatas macet. Lebih baik kan yang di bawah, bayar Rp 42.000, tetapi berkelanjutan. Itu lebih bagus," katanya.
Dia menambahkan, meski peserta memilih untuk turun kelas, fasilitas dan standar kesehatan yang diterima tidak akan menurun. Menurutnya, perbedaan yang dialami hanya dari jenis kamar yang akan diterima peserta.
• OJK Akan Cari Tahu soal Jumlah Investor Tunggal Reksadana Melonjak
Sebelumnya, dalam keterangan tertulis BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengaku besaran iuran JKN saat ini tak sesuai dengan perhitungan aktuaria sehingga penyesuaian harus dilakukan.
"Jika iuran peserta masih di bawah perhitungan aktuaria, defisit akan tetap terjadi," kata Fachmi.
Fachmi mengatakan, besaran iuran yang akan disesuaikan tidak besar bila dibandingkan dengan manfaat yang diterima peserta ketika sakit atau saat membutuhkan layanan kesehatan.
• Era Transformasi Keuangan Digital, OJK Perkuat Kerja Sama dengan FSC Korea
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Iuran naik, BPJS Kesehatan perkirakan banyak peserta JKN akan pindah kelas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bpjs-kesehatan_20180727_093152.jpg)