Kesehatan
Penanganan Kanker Leukemia dan Limfoma di Indonesia Bakal Mendapat Perhatian Besar
Indonesia masih kekurangan tenaga kerja yang mampu menangani leukemia, termasuk hemato-onkologi dan ahli patologi klinis.
Penulis: Ign Agung Nugroho |
Penanganan penyakit kanker leukemia dan limfoma immunophenotyping di Indonesia bakal mendapat perhatian besar.
Pasalnya, Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai Pusat Kanker Nasional bersama Becton Dickinson Indonesia PT menjalin kerjasama untuk mengembangkan keilmuan Leukemia dan Limfoma Immunophenotyping.
Prof dr Abdul Kadir PhD SpTHT-KL (K) MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu membangun kemampuan manajemen leukemia dan limfoma di Indonesia.
Komitmen itu, kata Abdul Kadir, dalam bentuk program pelatihan dan pendidikan.
"Kini, Becton Dickinson (BD) Indonesia telah menjadi mitra kami dalam menyediakan diagnosis yang akurat untuk kanker darah melalui solusi Flow Cytometry-nya," kata Abdul Haris.
Abdul Haris mengatakannya saat jumpa media di Auditorium RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat, akhir pekan lalu.
• Chand Kelvin Diteror, Maafkan Ulah Penggemar yang Lontarkan Kata-kata Kasar di Media Sosial
• 10 Cara Mencintai Diri Sendiri, Mulai dari Jangan Bandingkan Diri Anda dengan Orang Lain
Menurut dia, kerjasama tersebut akan meningkatkan kolaborasi dalam bentuk program pelatihan kepada operator dan ahli patologi sehingga mengikuti perkembangan terbaru dalam diagnosis.
"Kerjasama ini sejalan dengan program Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais untuk mendidik dan memberdayakan rumah sakit daerah menjadi pusat rujukan penanganan leukemia dan limfoma," ujarnya.
Dia menjelaskan, leukemia dan limfoma adalah salah satu kanker paling umum di dunia dan di Indonesia.
Diagnosis akurat, WHO, diagnosis dan klasifikasi tumor hematolimfoid, leukemia/limfoma yang berasal dari flow cytometry menjadi salah satu landasan diagnosis.
"Diagnosis yang akurat akan menjadi dasar bagi ahli hemato-onkologi untuk menentukan pengobatan terbaik bagi pasien," katanya.
Saat ini, Indonesia masih kekurangan tenaga kerja yang mampu menangani leukemia, termasuk hemato-onkologi dan ahli patologi klinis.
• Ahmad Dhani Lancar Berikan Santunan dan Uang THR Untuk Keluarga Korban Kecelakaan di Tol Jagorawi
• Cara Mendidik dan Mengembangkan Harga Diri pada Anak, Dorong Anak Untuk Berolahraga
Oleh sebab itu, Tim Kerja Kanker Multidisipliner Hematolymphoid Malignancies yang dipimpin Dr dr Dody Ranuhardy SpPD-KHOM, berada di garis depan dalam pendidikan dan pelatihan di bidang tersebut.
Dody Ranuhardy menjelaskan, Immunophenotyping adalah teknik untuk memelajari protein yang diekspresikan sel.
Teknik itu biasa digunakan dalam penelitian dan tujuan diagnostik laboratorium untuk mendeteksi penanda tumor, seperti dalam diagnosis leukemia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rs-dharmais11009.jpg)