Banten
Mirip Bromo, Ternyata Banten Juga Punya Kawasan Wisata 'Negeri di Atas Awan' yang Memukau
Pembangunan ruas jalan Cipanas-Warung Banten turut membuka akses destinasi wisata baru, yaitu Gunung Luhur, Citorek, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten.
Pembangunan ruas jalan Cipanas-Warung Banten turut membuka akses destinasi wisata baru, yaitu Gunung Luhur, Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.
Kini kawasan berjuluk 'Negeri di Atas Awan' itu menjelma menjadi tujuan favorit wisatawan.
Ruas jalan Cipanas – Warung Banten di Kabupaten Lebak merupakan salah satu ruas jalan di jalur tengah.
Akses ini menghubungkan wilayah utara dan selatan Provinsi Banten.
Ruas jalan tersebut menjadi penghubung Provinsi Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.
• Disebut Cepu oleh Elza Syarief, Nikita Mirzani Balik Tanya: Nyai Ada Bukti? Polda Membantah
• DISERTASI Zina Halal,Cerita Lengkap Abdul Azis Terkait Alasan Penulisan hingga Kisah Tragis Keluarga
• PRAKTEK Sabun Cuci Piring untuk Cuci Baju Lebih Bersih Jadi Viral di Facebook, Ini Penjelasannya
• Simon McMenemy: Kekalahan Timnas Indonesia dari Malaysia Sangat Menyakitkan!
Pria yang akrab disapa WH tersebut menjelaskan, program pembangunan ini tertuang dalam visi misi dan RPJMD terkait peningkatan kualitas infrastruktur jalan.
Kondisi sebelumnya, ruas jalan Cipanas-Warung Banten merupakan jalan berbatu.
Tidak hanya membuka akses jalan masyarakat antarkabupaten/kota dan provinsi, jalur ini juga dijadikan sebagai akses menuju kawasan Wisata Negeri di Atas Awan yang berada di Kecamatan Citorek, Kabupaten Lebak.
"Yang kini tengah digandrungi masyarakat sebagai destinasi wisata alam,” ungkap Wahidin dalam keterangannya kepada Warta Kota, Jumat (6/9/2019).
Untuk menikmati Negeri di Atas Awan di Gunung Luhur Kampung Ciusul Desa Citorek Kidul Kecamatan Cibeber itu biasanya pada pukul 05.00 hingga 08.00 WIB.
• 7 Fakta Veronica Koman Tersangka Kerusuhan Papua di Surabaya, Punya Hubungan dengan Ahok
Terutama pada musim kemarau. Pada musim hujan, awan kabut menghilang saat pagi hari.
Mobil keluarga atau motor matic mampu mencapai kawasan ini.
Aspal dan beton jalur ini dalam kondisi bagus. Meski naik turun perbukitan, waktu tempuh dari Rangkasbitung bisa dua jam perjalanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/cikorek.jpg)