Pelayanan Publik

Pelayanan Disdukcapil Terganggu Dampak Jaringan Offline Membuat Warga Kabupaten Bogor Resah

Pasalnya, masyarakat yang biasanya hanya dalam sehari dapat mengurus seperti permohonan Akte Kelahiran, kini, harus diselesaikan hingga esok hari.

Pelayanan Disdukcapil Terganggu Dampak Jaringan Offline Membuat Warga Kabupaten Bogor Resah
Warta Kota/Adi Kurniawan
Biasanya, sehari mereka bisa memroses 250 permohonan karena terkendala jaringan offline, jadi hambatan. 

Akibat buruknya jaringan dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) membuat pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, menjadi sedikit terganggu.

Pasalnya, masyarakat yang biasanya hanya cukup sehari dapat mengurus surat seperti permohonan Akte Kelahiran, kini, harus diselesaikan hingga esok hari.

"Iya jaringan lagi offline sejak pukul 10.00 WIB mas sampai sekarang," kata Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Trini Syahminan, kepada wartawan, Senin (2/9).

Ia menambahkan, meski jaringan offline namun pelayanan yang diajukan masyarakat yang datang jajarannya tetap menerima hingga memproses permohonan tersebut.

"Kami tetap menerima ko untuk berkas pengajuan, kan yang terganggu hanya jaringan dari pusat saja, pelayanan mah tetap kami terima cuma bedanya memang nggak langsung jadi saja," ujarnya.

Menurutnya, untuk pelayanan akte kelahiran pihaknya dapat memproses sebanyak 250 permohonan.

"Biasanya, sehari kita bisa memproses 250 permohonan karena terkendala jaringan offline jadi PR buat kami. Tapi, tetap bisa diambil besok hari," katanya.

Tom Cruise 2020 Menargetkan Kursi Presiden Amerika Serikat untuk Menekuk Donald Trump

Tom Cruise Bisa Ubah Peta Kekuatan Partai Republik Meski Donald Trump Adalah Petahana

Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Trini Syahminan
Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Trini Syahminan (Warta Kota/Adi Kurniawan)

Sementara itu, salah satu pemohon akte kelahiran yang berada dilokasi, Iyas mengaku tak menjadi soal bila dirinya harus kembali lagi esok hari untuk pengambilan fisik akte kelahiran yang dia ajukan.

"Nggak apa-apa dua hari juga, yang penting besok jadi saja sesuai janji, karena buat kepentingan saya membuat akte perwakinan juga kan," katanya.

Dia juga menambahkan, untuk pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri RI, bisa lebih memperbaiki jaringan SIAK 7 nya agar pelayanan ditingkat daerah seperti di Disdukcapil Kabupaten Bogor.

"Intinya jangan sering-sering aja Pemerintah Pusat mengalami jaringan offline seperti ini, yang ada masyarakat bisa-bisa mengeluh karena lambannya pelayanan administrasi kependudukan," katanya.

Biasanya, sehari mereka bisa memroses 250 permohonan karena terkendala jaringan offline, jadi hambatan.
Biasanya, sehari mereka bisa memroses 250 permohonan karena terkendala jaringan offline, jadi hambatan. (Warta Kota/Adi Kurniawan)

M Taufik Kembali Jadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ditunjuk oleh Partai Gerindra

Terungkap Satu Keluarga Bekasi Ikut Jadi Korban Kecelakaan Antrean Mobil Ditabrak di Tol Cipularang

Gadis Jerman 19 Tahun Dinodai 2 Pria Israel Cuma Berselang Pekan Gadis Inggris Digilir Pria Israel

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved