Pembunuhan di Sukabumi

Polda Metro Pastikan Hubugan Aulia dan Kelvin Adalah Tante dan Keponakan yang Diasuh Sejak Kecil

Polda Metro Pastikan Hubugan Aulia dan Kelvin Adalah Tante dan Keponakan. Sejak kecil Aulia Mengasuh Kelvin. Kelvin dimasukkan dalam Kartu Keluarganya

Polda Metro Pastikan Hubugan Aulia dan Kelvin Adalah Tante dan Keponakan yang Diasuh Sejak Kecil
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dan Dirkrimum Polda Metro Kombes Suyudi dalam konpers kasus pembunuhan yang jenasahnya ditemukan terbakar di Sukabumi. Dalam jumpa pers yang digelar di Polda Metro Jaya, Senin (2/9/2019), tersangka otak pembunuhan Aulia Kesuma (45) diam saja. 

"Tersangka AK ini berutang ke bank untuk bisnis restoran. Namun tersangka kesulitan membayar bunga berjalan Rp 200 Juta per bulan," katanya.

Sehingga ia meminta suaminya menjual rumahnya di Lebak Bulus. "Tapi suaminya menolak, sehingga muncullah rencana pembunuhan," kata Suyudi.

Dari penilaian atau appraisal bank, harga rumah Edi alias Pupung di Lebak Bulus dihargai Rp 14 Miliar.

"Jadi kalau korban dan anaknya meninggal, maka otomatis ahli waris jatuh ke tersangka dan nilai Rp 14 Miliar bisa menutup utangnya, dan tersangka mendapat lagi keuntungan Rp 4 Miliar," katanya.

UPDATE, Bukan Cuma Suara Dengkuran, Usaha Milik Pembunuh Ayah Kandung di Bekasi Bangkrut

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tersangka Aulia Kesuma, sempat menyewa dukun santet untuk menyantet suaminya Edi alias Pupung.

Bahkan Aulia menghabiskan dana Rp 40 Juta untuk mencari dan membayar dukun santet, berinisial A.

"Tersangka AK mencari dukun untuk menyantet korban biar meninggal. Dia mengeluarkan uang Rp 40 juta untuk biaya ke dukun untuk santet suaminya. Tapi suaminya gak mempan disantet," kata Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/9/2019).

Karenanya kata Argo, kemudian Aulia berencana mencari senjata api untuk menghabisi suaminya.

Ihsan Tarore Tabrak Truk Kontainer: Kurang Waspada dan Ikhlas Tidak Tuntut Ganti Rugi Mobil Ringsek

"Dan mencari eksekutornya untuk menembak. Dia mengeluarkan Rp 25 Juta untuk beli senpi. Tapi kurang karena harganya Rp 50 Juta. Lalu nambah Rp 10 Juta, tapi gak jadi menembak karena harga senpinya mahal.

Akhirnya terpikirkan kembali untuk menghabisi dengan membakar. Itu sudah direncanakan dari awal juga," papar Argo.

Dalam perencanaannya kata dia, Aulia tidak sendiri, tapi dibantu oleh keponakannya yang sudah dianggap anak yakni Kelvin alias KV, lalu dua tersangka dari Lampung.

"Juga ada orang lain yang ikut serta dalam rencana pembunuhan tersebut," katanya.

Kasus Pelecehan Pabrik Susu Berakhir Damai, Aura Kasih: Kasihan Sudah Uzur

Argo menjelaskan pembunuhan kepada Edi alias Pupung dan Dana ini dirancanajan bulan Juli 2019 di sebuah apartemen di Kalibata.

"Berawal dari perencanaan di bulan Juli. Di apartemen itu ada pertemuan tersangka AK, dia sering curhat ke pembantunya inisial T, kalau dia gak kuat ada utang. Dia uutang di 2 bank di Jakarta totalnya Rp 10 Miliar," kata Argo.

Di satu bank, tambah Argo, Aulia utang Rp 2,5 Miliar dan satu bank lain Rp 7,5 Miliar.

"Bunganya sekitar Rp 200 Juta per bulan. Dengan adanya uutang tersebut, tersangka AK keluh kesah terus. Dia berupaya bagaimana caranya agar suaminya mau rumahnya di Lebak Bulus, dijual untuk membayar hutang tersebut," kata Argo.

Drone Jatuh di Atap Gedung Gara-gara Tabrak Burung, Dinas Pemadam Diminta Evakuasi oleh Pemilik

Tapi tambah Argo suami Aulia, yakni Edi alias Pupung tak pernah kunjung merelakan menjual rumahnya.

"Hingga direncanakanlah pembunuhan itu mulai dari santet, ditembak dan dibakar," katanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Suyudi menjelaskan kasus ini berawal saat tersangka Aulia curhat soal masalah ekonominya ke mantan pembantunya TN.

"Karena bunga berjalan dia kepayahan membayarnya yakni Rp 200 Juta perbulan," kata Suyudi.

Kemudian katanya Aulia minta bantuan TN untuk membunuh suami dan anak tirinya. "Karenanya TN mengenalkan suaminya bernama RD ke tersangka AK. RD diminta untuk mencari dukun santet dan menyantet korban, tapi gak berhasil," katanya.

Sehingga kata Suyudi opsi kedua rencana pembunuhan dengan menembak korban dan mencari eksekutor serta senpi dengan menyiapkan uang Rp 25 Juta.

"RD sempat berangkat ke jogja untuk mencari eksekutor dan senpi diminta tersangka AK. Tap gak berhasil," kata Suyudi.

Kemudian, katanya, Aulia curhat lagi ke pembantunya yang sekarang yakni TT.

"Oleh TT sempat dikenalkan ke AK, dukun santet, yang tak berhasil santet korban.

Oleh dukun santet akhirnya AK dikenalkan lagi oleh SK dan AG, asal Lampung yang nantinya membantu pelaku mengeksekusi korban," katanya.

Aulia dan dua tersangka lain yakni SK dan AG yang dihadirkan dalam jumpa pers tampak membisu dan tak menanggapi pernyataan wartawan.

Suyudi mengatakan dalam kasus ini untuk sementara pihaknya menetapkan 4 tersangka yakni Aulia Kesuma, dan keponakannya yang dianggap anak yakni KV alias Kelvin serta dua eksekutor yang membantu pembunuhan yakni AG dan SK.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved