Senin, 20 April 2026

Transportasi Online Terus Tambah, Berikut Profil Pesaing Go-Jek dan Grab

Transportasi Online Terus Tambah, Sehingga tidak hanya Go-Jek dan Grab saja yang muncul meskipun Uber menghentikan operasi di Indonesia.

(Oik Yusuf/ Kompas.com)
Persaingan di transportasi online selain Go-Jek. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Mati satu tumbuh seribu.

Peribahasa jadul itu sepertinya pas menggambarkan kondisi bisnis layanan transportasi berbasis aplikasi di Tanah Air.

Bagaimana tidak, pada April 2018 lalu, aplikator transportasi online asal Prancis, Uber, resmi menutup layanan aplikasinya di Indonesia dan dialihkan oleh Grab.

Kegagalan Uber dalam berkompetisi di industri transportasi online dalam negeri, tak membuat ciut nyali para pendatang baru di bisnis ini.

Yang terjadi justru sebaliknya.

Satu per satu, pemain baru bisnis transportasi online terus bermunculan.

Jangan Silau dalam Memilih Tawaran Investasi Emas

Penggemar Film Horor, Ini Dampak Positif dan Negatif: Meningkatkan Risiko Pengentalan Darah?

Bagaimana Prospek Ruko ke Depan? Berikut Penjelasan dari Pakar dan Konsultan

Iuran BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat, Warga Pilih Asuransi Swasta?

Terbaru adalah kehadiran pemain baru dari negeri jiran Malaysia bernama Go Bitcar di bawah bendera Bitcar Malaysia Sdn Bhd.

Di Indonesia, Go Bitcar dioperasikan oleh PT Bitcar Indonesia.

Pemain aplikasi transportasi dari Rusia, Maxim juga meramaikan persaingan.

Hanya saja, operasinya masih terbatas di beberapa kota, khususnya di luar Jawa.

Potensi pasar besar

Masuknya pemain baru tentu tak lepas dari pasar transportasi online di Indonesia yang besar dan sangat prospektif.

Lembaga riset dunia, Statista, memperkirakan pendapatan transportasi online di Indonesia sudah menembus US$ 3,63 miliar atau sekitar Rp 50,4 triliun per tahun.

Dengan nilai bisnis sebesar itu, wajar saja bila investor asing membidik pasar transportasi online di Indonesia.

Bahkan, bukan hanya pemain asing, sejumlah pemain lokal juga tergiur mengail peruntungannya di bisnis ini.

Problemnya, mereka harus menghadapi dominasi dua pemain lama, Grab dan Gojek.

Para pendatang baru mengaku sudah menyiapkan strategi.

Faiz Nouval, Founder dan CEO Bonceng Indonesia, memastikan, pihaknya akan menawarkan potongan harga (diskon) jasa layanan bagi para konsumen Bonceng.

Mereka juga menawarkan promo voucer yang bisa ditukarkan barang kebutuhan sehari-hari.

“Kami juga akan berikan cashback sebesar 20% bagi pengguna,” kata Faiz.

Sementara manajemen Anterin memilih strategi masuk ke pasar yang kompetisinya belum begitu ketat.

Misalnya dengan masuk ke kota penyangga.

“Jadi kami membidik pasar yang nice market, yang belum tergarap secara penuh. Jadi bukan mengincar mass market seperti Gojek dan Grab,” kata Pendiri dan CEO Anterin Imron Hamzah.

Berikut profil ringkas para penantang Go-Jek dan Grab:

Sumber: Kontan
Mulai dari
1. Go Bitcar
Halaman
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved