Breaking News:

Iuran BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat, Warga Pilih Asuransi Swasta?

Pemerintah sedang berupaya untuk menyelesaikan soal defisit BPJS Kesehatan yang terjadi setiap tahun.

istimewa
BPJS Kesehatan 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pemerintah sedang berupaya untuk menyelesaikan soal defisit BPJS Kesehatan

Setiap tahun lembaga tersebut terus mengalami defisit dengan nilai yang terus meningkat.

Bahkan, hingga akhir tahun ini, BPJS Kesehatan diprediksi bakal defisit hingga Rp 32,8 triliun.

Satu di antara upaya pemerintah untuk menekan defisit adalah menaikan iuran BPJS Kesehatan.

Seperti yang diungkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menaikkan besaran iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat.

Banyak pihak pun keberatan dengan langkah pemerintah tersebut.

Pasalnya, besaran kenaikan iuran dinilai terlalu tinggi.

Meski sejak awal tahun, pemerintah pun telah menggaungkan hal ini lantaran besaran iuran BPJS Kesehatan yang sudah terlalu murah (underpriced).

Mau Hadiah Uang Rp 142 Juta? Ikut Sayembara yang Digelar Facebook

Bagaimana Prospek Ruko ke Depan? Berikut Penjelasan dari Pakar dan Konsultan

Lima Hal soal Warren Buffett yang Jarang Diketahui Orang

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo pun mengatakan, Peraturan Presiden terkait kenaikan upah ini telah diajukan kepada Presiden Joko Widodo dan akan segera ditandatangani.

Iuran JKN BPJS Kesehatan terakhir kali mengalami kenaikan sejak tahun 2016 lalu.

Sementara, dalam pasal 16i Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan disebutkan, bahwa kenaikan iuran adalah kewajiban yang perlu dilakukan dalam dua tahun sekali.

Namun, untuk kenaikan iuran Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas II dan kelas III, pertimbangan utamanya harus berdasarkan pada kemampuan untuk membayar dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, kenaikan iuran kelas I harus didasarkan pada survei kemauan masyarakat untuk membayar.

Berikut beberapa komentar mengenai rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan:

Halaman
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved