Rabu, 15 April 2026

Kesehatan Mental

Cara Sehat Mengatasi Putus Cinta, Dukungan Teman Memulihkan Harga Diri yang Terkoyak

Mental Health America menyarankan, Anda tidak perlu takut untuk mendapatkan bantuan dari luar jika membutuhkannya.

Medical News Today
Ilustrasi putus cinta 

Bagi banyak orang, putus cinta dianggap salah satu peristiwa paling menegangkan dalam hidup.

Pada Skala Holmes dan Rahe Stress--alat ukur psikologis--untuk mengevaluasi stres dan risiko penyakit yang disebabkan stres, perceraian adalah peristiwa paling menegangkan dalam kehidupan manusia.

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan setelah putus cinta?

Cara paling umum mengatasi putus cinta, misalnya, makan benar, banyak istirahat, dan berolahraga.

Tetapi hal-hal seperti itu bisa sulit dicapai ketika Anda merasa hancur secara emosional.

Berikut cara sehat mengatasi putus cinta yang fokus pada psikologi:

1. Ikuti semua dukungan

Literatur khusus akan memberi tahu Anda bahwa dukungan sosial adalah salah satu dari tiga mekanisme peluang seseorang pulih setelah patah hati.

Dukungan teman, keluarga, rekan kerja, kenalan, dapat diambil manfaatnya dan membiarkan mereka memberi tahu bahwa Anda sedang mengalami masa sulit.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa dukungan sosial dalam menghadapi kesulitan (seperti berkabung, kekerasan seksual, kanker, bahkan perang) mengarah pada kesehatan mental dan fisik lebih baik.

Peningkatan dukungan tersebut terbukti mengurangi depresi dan stres pasca-trauma, serta mengurangi risiko kesehatan mental terancam.

Namun, dukungan sosial datang dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Apakah Hidup Sendiri Bisa Meningkatkan Risiko Kesehatan Mental? Ini Hasil Penelitiannya

Anda memerlukan empati dan dukungan emosional terutama, tetapi di samping itu, orang dapat menawarkan "dukungan informasi" seperti memberi Anda saran.

Serta, "dukungan nyata" dalam bentuk bantuan keuangan, dan "persahabatan sosial" seperti nonton film di bioskop.

Ketika rasa sakit itu menyiksa dan tampaknya tidak ada yang benar-benar memahami apa yang Anda alami, Anda mungkin merasa kecewa dan tertekan .

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved