Kamis, 9 April 2026

Berikut 5 Kejahatan Siber yang Intai Perusahaan

Perkembangan teknologi yang melesat dan diikuti dengan perkembangan bisnis, ternyata juga dibarengi dengan ancaman kejahatan siber.

thinkstockphotos
Ilustrasi serangan siber. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Perkembangan teknologi yang melesat dan diikuti dengan perkembangan bisnis, ternyata juga dibarengi dengan ancaman kejahatan siber.

Pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi baru untuk mengidentifikasi target dan meluncurkan serangan pada berbagai skala industri.

Perusahaan-perusahaan yang belum mengalami serangan siber dalam satu tahun terakhir merupakan minoritas.

Bunga Acuan BI Turun, Bunga KPR Malah Naik? Ini Komentar Nasabah KPR

Terkenal Prank False atau Sumbang, Ini Perjalanan Panjang Angga Candra Sebelum Jadi Youtuber

Ingin Merencanakan Liburan, Berikut Daftar Long Weekend dan Harpitnas Tahun 2020

10 Tips untuk Hindari Kebocoran Data Pribadi

Sebanyak dua pertiga dari bisnis menengah/besar mengalami setidaknya satu penyusupan atau serangan siber dalam 12 bulan terakhir.

Ini berdasarkan laporan yang dirilis Grant Thornton bertajuk “Cyber Security: The Board Report 2019" yang dikutip pada Selasa (27/8/2019).

Sebanyak 73 persen dari 500 perusahaan yang disurvei melaporkan kerugian hingga 25 persen dari pendapatan akibat serangan siber yang terjadi.

"Kelompok penjahat siber cenderung menargetkan perusahaan menengah," kata Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia.

Johana mengatakan, perusahaan besar mungkin memiliki dana yang lebih besar untuk membayar tebusan namun mereka juga memiliki sumber daya yang lebih memadai untuk membangun pertahanan siber yang lebih kuat.

Sebaliknya, kata Johanna, perusahaan menengah masih cukup berharga untuk menjadi target kejahatan siber yang potensial.

Akan tetapi perusahaan menengah mungkin ini tidak memiliki tingkat sumber daya yang sama untuk berinvestasi dalam pertahanan keamanan siber.

Grant Thornton merangkum lima bentuk kejahatan siber terkini yang dapat menyerang perusahaan dan mendatangkan risiko tinggi bagi operasional bisnis perusahaan, antara lain sebagai berikut:

Sumber: Kompas.com
Mulai dari
1. Ransomware
Halaman
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved