Bunga Acuan BI Turun, Bunga KPR Malah Naik? Ini Komentar Nasabah KPR
Bunga Acuan BI Turun, Bunga KPR Perbankan Malah Naik? Ini Komentar Nasabah KPR yang Cicilan KPRnya Bulanannya Naik.
Sebab, suku bunga BI merupakan suku bunga acuan untuk bunga floating KPR di perbankan.
Akan tetapi beberapa bulan belakangan, beberapa bank milik negara justru menambah tingkat suku bunga KPR-nya.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Pada Agustus ini, Bank Indonesia (BI) untuk kedua kalinya telah menurunkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen.
Sebelumnya, BI juga telah menurunkan suku bunga menjadi 5,75 persen pada Juli lalu setelah selama delapan bulan berturut-turut BI mempertahankan suku bunganya sebesar enam persen tahun lalu.
Turunnya suku bunga BI seharusnya diikuti dengan penurunan suku bunga kredit, termasuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR).
• Terkenal Prank False atau Sumbang, Ini Perjalanan Panjang Angga Candra Sebelum Jadi Youtuber
Sebab, suku bunga BI merupakan suku bunga acuan untuk bunga floating KPR di perbankan.
Akan tetapi beberapa bulan belakangan, beberapa bank milik negara justru menambah tingkat suku bunga KPR-nya.
Nasabah mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya, cicilan bulanan jadi lebih tinggi dari sebelumnya.
Lia merupakan salah satu nasabah BNI Griya milik PT Bank Negara Indonesia (BNI) yang mendapat pemberitahuan kenaikan suku bunga floating KPR.
• Ingin Merencanakan Liburan, Berikut Daftar Long Weekend dan Harpitnas Tahun 2020
Ketika berbincang dengan Kompas.com, dia mengatakan pemberitahuan dilakukan melalui layanan pesan singkat (SMS).
"Agustus 2019 (mulai naik). Iya pemberitahuan lewat SMS. Semula diinfo naik mulai Juli 2019, ada SMS lagi, baru akan (naik) mulai Agustus 2019," ujar dia.
Lia mengatakan, bunga KPR-nya naik sebesar 50 bps dari 13,5 persen menjadi 14 persen.
Dia mendapatkan dua kali informasi pengumuman melalui SMS ke ponselnya.
• 10 Tips untuk Hindari Kebocoran Data Pribadi
Walaupun demikian, dia tidak bersedia untuk mengungkapkan besaran cicilan bulanan yang harus dia bayarkan setelah kenaikan bunga tersebut.
"Naiknya enggak banyak sih kalau yang ini, karena pokok utangnya juga enggak banyak lagi. Geregetan mau lunasin aja," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bunga-kpr_9k29j.jpg)