Minggu, 26 April 2026

Bullying

Jadi Anak Baru yang Berani Senyum dan Terhindar dari Bullying, Begini Caranya

Anak jadi sasaran bullying biasanya karena ada yang berbeda dari dirinya. Entah itu penampilan, fisik, barang yang dimiliki, atau kemampuan.

Penulis: | Editor: Fred Mahatma TIS
Brightside.me
ILUSTRASI Anak-anak SD yang selalu tersenyum dan percaya diri 

Sementara itu Dr dr Nova Riyanti SpKJ mengatakan, masa remaja merupakan masa yang ‘serba salah’.

Ia pernah melakukan penelitian di beberapa SMAN di Jakarta, ternyata menjadi siswa ‘baik’ juga mengalami perundungan.

Ada satu sekolah yang sering tawuran, dan ketika ada siswa yang rajin masuk, mengerjakan PR justru jadi perundungan teman-temannya.

“Pernah lakukan penelitian tahun 2015 di sekolah yang sering tawuran. Ternyata di sana, siswa yang rajin justru merasa tertekan dan ada perundungan di sana. Melakukan hal yang benar juga bisa  dibully,” ujar Nova seusai pengukuhan sebagai Doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Kamis (11/7/2019).

Ia mengatakan, kejadian bullying di sekolah akan membuat anak tertekan, sehingga perlu ditangani dengan baik agar anak bisa terlepas dari tekanan.

Tekanan yang terus menerus akan membuat anak menjadi depresi. Bila anak mengalami depresi berlarut-larut, salah satu dampaknya anak bisa memiliki ide untuk melakukan bunuh diri.

Walaupun kejadian bunuh diri faktor penyebabnya sangat kompleks, namun sebagai orangtua harus segera meminimalkan agar anak jangan mengalami depresi

Berikut ini ringkasan apa yang harus dilakukan orangtua ketika anak menjadi korban atau pelaku bullying menurut  psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo.

Apa yang dilakukan orangtua ketika anak menjadi korban bullying?

1. Dengarkan anak.

2. Sadari emosi sendiri.

3. Fokus pada emosinya, bukan emosi anda (orangtua).

4. Apresiasi dan tunjukkan bahwa anda (orangtua) paham perasaannya.

5. Hindari meremehkan atau menyalahkan.

6. Buat anak merasa masih dicintai dan dihargai di rumah.

7. Fokus pada bagaimana kita (orangtua) dan sekolah bekerjasama untuk hentikan  bullying.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved