Bullying

Jadi Anak Baru yang Berani Senyum dan Terhindar dari Bullying, Begini Caranya

Anak jadi sasaran bullying biasanya karena ada yang berbeda dari dirinya. Entah itu penampilan, fisik, barang yang dimiliki, atau kemampuan.

Jadi Anak Baru yang Berani Senyum dan Terhindar dari Bullying, Begini Caranya
Brightside.me
ILUSTRASI Anak-anak SD yang selalu tersenyum dan percaya diri 

Walaupun kejadian bunuh diri faktor penyebabnya sangat kompleks, namun sebagai orangtua harus segera meminimalkan agar anak jangan mengalami depresi.

SENIN (15/7/2019) secara serentak para siswa mulai masuk sekolah kembali setelah libur panjang.

Ada yang hanya kenaikan kelas saja, tapi juga ada yang menjadi anak baru di jenjang dan sekolah yang berbeda dari sebelumnya.

Perlu Ngga Sih Rangking Anak di Sekolah Disebutkan? Ini Bahayanya Jika Anak Tak Terbiasa Kompetisi

Ini Peran Orangtua Agar Anak Tidak Mudah Jajan dan Terhindar dari Obesitas

Ketika memasuki sekolah baru, salah satu kekhawatiran orangtua dan juga anak adalah faktor teman dan terjadinya bullying atau perundungan.

Tapi tenang saja, tidak semua anak menjadi sasaran perundungan dan anak bisa menghindar dari sasaran perundungan.

Cegah Kasus Perundungan atau Bullying, Sekolah Terapkan Kebijakan Ini

Prilly Latuconsina Akui Sempat Jadi Korban Bullying Saat Duduk di Bangku Sekolah

Bagaimana cara menghindari bullying?

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, anak jadi sasaran bully biasanya karena ada yang berbeda dari dirinya. 

Entah itu penampilan, fisik, barang yang dimiliki atau kemampuan. Namun, walaupun ada hal-hal tersebut, namun anak tidak jadi sasaran bully bila  anak tersebut tetap percaya diri.

Ini Peran Orangtua Agar Anak Tidak Mudah Jajan dan Terhindar dari Obesitas

4 Poin Hasil Pemeriksaan Dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 02 Siap Dilaporkan ke Wali Kota Tangsel

“Anak meski berbeda tapi mereka tetap percaya diri dan berani melawan bully tersebut, antara lain dengan mengatakan ‘stop aku tidak suka’. Pelaku bully akan stop (melakukan bully, Red) jika korban menunjukkan kekuatan,” kata Vera saat dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (13/7/2019).

Ia menjelaskan, secara umum, anak-anak  yang menjadi sasaran di-bully adalah anak baru, paling kecil atau muda, terlalu sangat berbeda, pengikut,  pemalu atau sulit bersosialisasi, kurang mampu, dianggap mengganggu, dan berada di tempat dan waktu yang salah.

Percaya Diri dan Senyum

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved