Bullying
Jadi Anak Baru yang Berani Senyum dan Terhindar dari Bullying, Begini Caranya
Anak jadi sasaran bullying biasanya karena ada yang berbeda dari dirinya. Entah itu penampilan, fisik, barang yang dimiliki, atau kemampuan.
Penulis: | Editor: Fred Mahatma TIS
Menurutnya, anak harus diajari untuk berani senyum dan tidak terlihat takut.
“Takut menunjukkan kelemahan sehingga mudah jadi sasaran,” kata psikolog yang sering menjadi pembicara di berbagai seminar ini.
Perbanyak teman
Cara lain adalah dengan memperbanyak teman. Anak yang selalu sendiri lebih mudah jadi sasaran empuk di-bully ketimbang anak yang banyak teman.
Tentunya pelaku akan lebih berpikir untuk melakukan perundungan kepada anak yang banyak teman. Bandingkan dengan anak yang selalu sendiri.
Ajarkan anak untuk membela diri sendiri dengan bilang stop ketika dibully dan tidak terpancing emosi.
Laporkan kepada orang dewasa yang dipercaya. Jika tidak ada tindakan, bisa laporkan ke orang dewasa lainnya sampai ada tindakan.
Tidak perlu membalas
Psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini mengatakan, bullying sejak dulu ada.
Bedanya, pada generasi sekarang, perundungan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja karena bully bisa dilakukan via media sosial/gadget atau yang disebut cyberbullying.
Pada kasus cyberbullying, Vera menyarankan agar anak tidak perlu membalas.
“Ketika terjadi cyberbullying, jangan dibalas, simpan saja sebagai barang bukti,” kata penulis buku Profes Psikolog itu Seru Terbitan Gramedia tahun 2018 ini.
Korban dan Pelaku Bully Sama-sama Punya Dampak
Perundungan membawa dampak baik bagi korban maupun pelakunya. Menurut Vera, keduanya bisa mengalami gangguan mental di kemudian hari.
Korban akan merasa dirinya tidak berharga sehingga takut untuk mengekspresikan diri meski sebenarnya punya kemampuan.
Sedangkan pelaku berisiko mengarah kearah kriminalitas dan mudah frustasi ketika lingkungan tidak lagi dapat dia kuasai untuk penuhi keinginannya.
Seringkali pelaku juga merupakan korban di lingkungan lain, misalnya di sekolah jadi pelaku, di rumah jadi korban bully kakak-kakaknya.
Karena dampak pada perundungan tidak hanya pada korban tapi juga perilaku, perlu penanganan dan perhatian terutama dari orangtuanya (lihat boks). Bila perlu segera konsultasikan ke psikolog.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-anak-sd-tersenyum.jpg)