Wirausaha

Johan Yuniarto: Pasca-Pensiun Sukses Rintis Usaha Rumah Abon Berbahan Lele dan Belut

‎"Kepada mereka baru pensiun, saya selalu katakan, untuk tetapkan tekad dan keinginan dulu, mau melakukan apa pensiun ini."

Johan Yuniarto: Pasca-Pensiun Sukses Rintis Usaha Rumah Abon Berbahan Lele dan Belut
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Pengusaha UKM Johan Yuniarto saat menunjukkan aneka makanan yang diproduksinya berlabel Rumah Abon. 

"Mereka ambil dari saya untuk dijual lagi. Reseller ada dari Jakarta, Surabaya, Batam, dan Kalimantan," katanya.

64 Bangunan Semi Permanen Dilahap Si Jago Merah di Tanah Abang Jakarta Pusat

" ‎Alhamdulillah sekarang sudah mulai banyak dikenal orang. Saya juga masih sering turun langsung ikut pameran seperti ini. Jadi bisa langsung bisa ngobrol sharing dan silaturahmi dengan banyak orang," kata Johan.

Untuk produksi makanannya, dia dibantu tiga karyawan.

Sedangkan harga aneka produk 'Rumah Abon'‎, untuk abon lele dan belut dipatok Rp 40.000 per 100 gram.

Sedangkan aneka crispy-nya kisaran Rp 25.000 -Rp 40.000  per 140 gram, dan aneka kerupuk Rp 30.000 per kemasan 120 gram.

Berkat usaha kecilnya yang sudah meraih sukses, Johan kerap menjadi pembicara dan motivator untuk para karyawan yang akan menjalani masa pensiun.

‎"Kepada mereka baru pensiun, saya selalu katakan, untuk tetapkan tekad dan keinginan dulu, mau melakukan apa pensiun ini. "

"‎ Mau santai dan menikmati pensiun saja, atau mau melakukan aktivitas yang menghasilkan," kata Johan.

Jangan Lewatkan Hiburan dari Tayo the Little Bus di Central Park Saat Liburan Sekolah

Jika pilihan ingin santai, kata Johan, tidak salah.

Namun, jika pesiunan ingin bekerja atau membangun usaha harus ada hal-hal yang disiapkan.

‎"Diawal tentunya mengubah mindset (pola pikir) dulu. Apalagi tadinya karyawan kantoran mencoba jadi entrepreneur," kata Johan.

Dalam mengubah pola pikir tersebut, selama ini Johan selalu menerapkan tips sederhana yang disingkatnya DUITS yakni Doa, Usaha, Inovasi, Tawakal, dan Sedekah.

‎"D, doa jadi memulailah sesuatu dengan doa. Kita memohon kepada Allah SWT agar membuka jalan untuk kita."

"U tadi usaha, jadi tentukan usahanya apa? Bisa kuliner, fesyen, atau apalah yang penting nggak usah muluk-muluk," katanya.

Dinosaurus Serang PIK Avenue, Pengunjung Boleh Memberi Makan dan Mengelus Hewan Purba Ini

Berikutnya, kata Johan, I alias inovasi.

"Dalam membuat usaha harus ada inovasi. ‎Sekadar contoh, misalnya bakso biasanya bulat, kita buat inovasi, misalnya jadi gepeng, segi empat, ada isinya," ucapnya.

Inovasi bukan hanya dari bentuk usahanya, tapi dari segi bahan dan cara pemasarannya.

Selanjutnya, T, tawakal. ‎"Apabila kita sudah selesai pekerjaan berpasrah diri pada Allah. Jadi kita sudah berdoa, menetapkan usaha, kita sudah inovasi, selanjutkan kita bertawakal," ucapnya.

Terakhir S atau sedekah. ‎ "Allah tidak melihat berapa besarnya sedekah yang kita berikan, tapi ikhlasnya kita memberikan sedekah.‎ Itulah yang saya lakukan mengubah mindset sederhana, " kata sarjana pertanian ini.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved