Jumat, 10 April 2026

Wirausaha

Johan Yuniarto: Pasca-Pensiun Sukses Rintis Usaha Rumah Abon Berbahan Lele dan Belut

‎"Kepada mereka baru pensiun, saya selalu katakan, untuk tetapkan tekad dan keinginan dulu, mau melakukan apa pensiun ini."

Penulis: Ign Agung Nugroho |
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Pengusaha UKM Johan Yuniarto saat menunjukkan aneka makanan yang diproduksinya berlabel Rumah Abon. 

Memasuki masa pensiun, ada sebagian orang sudah merasa puas dan memilih menikmati masa purnakaryanya.

Namun, ada juga orang yang masih ingin bekerja agar mendapat penghasilan tambahan.

Nah, berwirausaha bisa menjadi pilihan untuk penghasilan di luar uang pensiun.

Seperti yang dilakukan Johan Yuniarto (60 tahun).

Delapan tahun ini, pensiunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Jawa Barat, ini menekuni dunia wirausaha.

Johan Yuniarto memproduksi abon berbahan dasar ikan lele dan belut, Merek produknya yakni Rumah Abon.

Usaha rumahan Johan ini diproduksi di kediamannya, di Riung Bandung Permai, Bandung, Jawa Barat.

Aneka makanan produksi Rumah Abon
Aneka makanan produksi Rumah Abon (Warta Kota/Ign Agung Nugroho)

Pusat Kebugaran Terbesar di Asia Tenggara Hadir di Kapuk Utara Jakarta Utara, Begini Penampilannya

Saat ini, Rumah Abon‎ tidak hanya mengolah abon sebagai produk andalannya.

Usahanya kini telah berkembang memproduksi makanan lainnya seperti aneka camilan serba kriuk seperti crispy udang, crispy teri, crespy pete, crispy jamur, crispy usus, dan aneka kerupuk ikan.

Dari produksi makanan, dalam sebulan pria kelahiran Jember, Jawa Timur, 23 Juni 1959, bisa ‎meraup omzet puluhan juta rupiah.

"Omzet (bulanan) naik turun ya. Biasanya ramainya pas Lebaran. Average dalam setahun (omzet) Rp 350 juta-Rp 360 juta," kata Johan Yuniarto.

Dia mengatakannya kepada  Warta Kota saat mengikuti pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Johan menjelaskan, awalnya memutuskan berwirausaha saat pensiun, selain mencari kesibukan, juga karena uang pensiunnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

‎"Nganggur enaknya seminggu dua minggu, sebulan, dua bulan, lewat dari enam bulan pusing juga, bangun tidur gitu lagi," ucapnya.

"Apalagi, anak-anak masih butuh biaya, namanya orang pensiunan kan gitu-gitu aja," kata Johan lagi.

Kebakaran Gudang Plastik di Jababeka Bekasi Reda Setelah Kerahkan 29 Unit Damkar Selama 5,5 Jam

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved