Kesehatan
Duduk Lebih Lama Maut Menjemput Lebih Cepat, Begini Alasan Medisnya
Lebih dari setengah hari rata-rata orang duduk, untuk melakukan kegiatan seperti mengemudi, bekerja di meja, atau menonton televisi.
Perilakuitu dapat menyebabkan peningkatan besar resistensi insulin sehingga menderita diabetes tipe 2.
Para peneliti percaya bahwa tidak bergerak memiliki efek langsung pada resistensi insulin. Efek ini dapat terjadi hanya dalam satu hari.
Perilaku menetap jangka panjang meningkatkan risiko kondisi kesehatan Anda seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Tubuh yang tidak aktif bergerak diyakini memainkan peran langsung dalam pengembangan resistensi insulin.
• Cokelat Hitam, Makanan Dewa yang Berkhasiat untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh
Olahraga tidak sepenuhnya menghilangkan risiko
Meskipun olahraga teratur selalu disarankan, olahraga tidak sepenuhnya mengimbangi semua risiko kesehatan karena terlalu banyak duduk.
Satu studi mengukur penanda metabolisme pada 18 orang yang mengikuti protokol latihan yang berbeda.
Satu jam olahraga yang intens tidak menggantikan efek negatif dari tidak aktif karena duduk lama.
Selain itu, review dari 47 studi menemukan bahwa duduk lama sangat terkait dengan hasil kesehatan negatif, terlepas dari tingkat olahraga.
Efek negatifnya bahkan lebih besar bagi orang yang jarang berolahraga.
• Empat Manfaat Buah Manggis Bagi Kesehatan Tubuh Anda
Menjadi aktif secara fisik sangat bermanfaat, tetapi olahraga saja tidak sepenuhnya mengimbangi efek negatif dari duduk.
Meskipun bersantai sangat bermanfaat, tetapi Anda harus mencoba meminimalkan waktu duduk.
Jika Anda memiliki pekerjaan di belakang meja, salah satu solusinya adalah mendapatkan meja berdiri.
Atau, Anda berjalan-jalan sebentar selama hari kerja.
Meminimalkan waktu tidak bergerak sama pentingnya bagi kesehatan lewat cara diet bergizi dan olahraga teratur. (Healthline.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/duduk-terlalu-lama1.jpg)