Konsumen Tak Masalah Kantong Plastik Berbayar
SEJUMLAH minimarket dan swalayan di bawah naungan Apindo mulai menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar hari ini, Jumat (1/3/2019).
Penulis: Feryanto Hadi |
SEJUMLAH minimarket dan swalayan di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mulai menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar hari ini, Jumat (1/3/2019).
Sejumlah konsumen memberikan tanggapan beragam terkait kebijakan kantong plastik berbayar ini.
Wulandari (40) mengaku tak masalah dengan adanya kebijakan kantong plastik berbayar tersebut.
Warga Kelurahan Bangka ini menyebut kebijakan kantong plastik berbayar sebagai upaya mengurangi sampah plastik justru bagus.
"Ya itung-itung buat ngurangin sampah. Saya pribadi tak masalah dengan kebijakan kantong plastik berbayar. Lain kali kalau belanja banyak mau bawa kantong sendiri," ujarnya.
• Norman Kamaru Ungkap Perilaku Atasan dari Perintah Unggah Video Chaiya Hingga Dipecat dari Polisi
• BREAKING NEWS: Prof Mahfud MD Laporkan Akun Twitter Kakek Kampret yang Dianggap Fitnah Dirinya
• Ini Penyebab Film Dilan 1991 Ditolak Segelintir Massa di Makassar
• Akhirnya Polisi Ungkap Alasan Rian Mau Bayar Vanessa Angel Rp 80 Juta di Prostitusi Online
Lain halnya dengan Akbar (32). Ia mempertanyakan mengenai tujuan diberlakukannya kebijakan kantong plastik berbayar itu.
Akbar justru curiga adanya kebijakan kantong plastik berbayar itu untuk menambah keuntungan perusahaan.
• Ini Dia Ramalan Zodiak Jumat (1/3): Cancer Optimis, Scorpio Bijak, Hidup Aquarius Seimbang
"Kalau benar tujuannya untuk mengurangi sampah plastik ya nggak masalah. Tapi kalau mau cari untung ya konsumen harus mempertanyakan kebijakan kantong plastik berbayar itu," kata Akbar.
Pantauan di Alfamart Duren Bangka, kebijakan kantong plastik berbayar ini tak mempengaruhi jumlah kunjungan konsumen.
"Sejauh ini tidak ada komplain. Saat kita jelaskan, pembeli paham dan tidak masalah dengan kebijakan kantong plastik berbayar ini," kata kasir bernama Sabdo Ginardi yang diamini beberapa pekerja lainnya.
Sabdo menerangkan, sebelum transaksi, kasir lebih dulu menjelaskan kepada konsumen soal adanya kebijakan kantong plastik berbayar.
• Bekas Manajer Persibara Lasmi Mengaku Diancam Dibunuh Karena Ungkap Pengaturan Skor
Satu kantong plastik dihargai Rp200. Jika konsumen sudah setuju, kantong plastik akan ikut discan barcode.
"Tidak ada paksaan sih. Kalau konsumen tidak pakai plastik ya tidak apa-apa. Kami juga tawarkan tas belanja yang bisa dipakai ulang, harganya Rp3500 untuk satu kantong," ungkapnya.
Mulai 1 Maret 2019
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menerapkan kebijakan biaya kantong plastik seharga Rp 200 mulai 1 Maret 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/konsumen-tak-masalah-kantong-plastik-berbayar.jpg)