Ganjil Genap

Pengendara Hindari Jalan S Parman saat Sistem Ganjil-Genap Diterapkan

"Tadi, saya lihat ada yang mutar balik. Mungkin baru ingat, sekarang penerapan sistem ganjil genap yang sebenarnya."

Pengendara Hindari Jalan S Parman saat Sistem Ganjil-Genap Diterapkan
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Razia ganjil genap di Jalan S Parman, Jakarta Barat. 

Apalagi, jika kendaraan yang dikendarai tak sesuai nomor polisi ganjil-genap yang diterapkan.

"Pasti karena menghindari jalan S Parman jadi lebih macet begini. Mungkin pengendara yang berganjil genap takut ditilang polisi," ucpanya.

"Tadi, saya lihat ada yang mutar balik. Mungkin baru ingat, sekarang penerapan sistem ganjil genap yang sebenarnya," ucap Husin lagi.

Pengendara lainnya, Ivan (28), mengaku bahwa dirinya hanya bisa melajukan kecepatan mobilnya sekisar 20-30 kilometer per jam.

Antrean kendaraan ini, menurutnya, lebih panjang jika mendekati traffict light di ujung jalan.

"Ya mau nggak mau harus bersabar. Harus bisa lebih pagi lagi berangkat ke kantor," ucapnya.

Baca: 120 Polantas Jakarta Utara Jaga Jalur Ganjil Genap

Melaju lancar

Biasanya, simpul macet terjadi di depan Gerbang Tol Slipi 1, Pom Bensin Shell, Mal Slipi Jaya hingga di persimpangan di lampu merah Tomang.

Namun, saat diberlakukan ganjil-genap, jalan tersebut tidak terlihat kemacetan. Bahkan, kecepatan laju kendaraan yang melintas sekitar 60 kilometer per-jam.

"Lumayan, engga macet. Tadi aja, sampai bisa pacu sampai 40-50 km per jam," ucap Berri (30),  pengendara mobil, di  perempatan Tomang, Jakarta Barat.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved