Ini Masalah Terbesar Bangsa Indonesia Menurut Amien Rais
Menurut Amien Rais, presiden baru yang terpilih dalam Pilpres 2019 nanti, harus mengetahui permasalahan terbesar Bangsa Indonesia.
SEJUMLAH nama dari internal Partai Amanat Nasional (PAN) masuk dalam bursa bakal calon presiden (capres) 2019.
Selain Zulkifli Hasan, Soetrisno Bachir, dan Hatta Rajasa, nama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais juga mencuat ke permukaan.
Menurut Amien Rais, presiden baru yang terpilih dalam Pilpres 2019 nanti, harus mengetahui permasalahan terbesar Bangsa Indonesia. Satu hal yang tidak kalah penting adalah solusi atau jalan keluar dari permasalahan tersebut.
Baca: Kepada Cak Imin, Duta Besar Tiongkok Janji Kurangi Jumlah Tenaga Kerjanya di Indonesia
"Nah, masalah yang paling besar, saya kira adalah praktik demokrasi kita ini, yang tergolong demokrasi diskriminatif," ujar Amien Rais, Jumat (22/6/2018).
Pendiri sekaligus mantan Ketua Umum DPP PAN yang pertama itu melihat adanya diskriminasi dalam bidang hukum, politik, ekonomi, agama, dan diskriminasi sosial. Fenomena semacam ini disebutnya dengan istilah 'contradictio ini terminis'.
"Demokrasi kok diskriminatif, enggak boleh ya. Seperti jatuh kok ke atas. Enggak boleh itu, enggak masuk akal," kata Amien Rais.
Baca: Aman Abdurrahman: Saya Insyaallah akan Keluar Penjara Berupa Mayat Sebagai Syahid
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat melihat secara gamblang bagaimana praktik hukum tebang pilih masih berlaku di Indonesia.
"Yang punya uang, yang kuat, itu menang. Yang dhaif (lemah), yang kecil, selalu kalah. Ini tidak boleh, aib!" tuturnya.
Kemudian, diskriminasi dalam bidang politik. Ia mencontohkan 'sistem koncoisme', yang dekat dengan kekuasaan dilindungi dan diberi keleluasaan. Sedangkan yang berseberangan dengan kekuasaan atau oposisi diperkecil dan dikempeskan.
Baca: Pamela Safitri Duo Serigala Mengaku Pernah Ditawar Pejabat, Diambilkah Tawarannya?
"Bahkan ada lho ide calon tunggal. Waduh, calon tunggal itu akan membawa demokrasi ke otoritarianisme. Enggak ada oposisi, enggak ada kontrol lagi, sangat berbahaya," papar Amien Rais.
Selanjutnya, diskriminasi ekonomi. Segala kebijakan pemerintah tidak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat, melainkan hanya menguntungkan para konglomerat semata.
"Tidak usah saya urai panjang lebar. Semua angka fakta mengatakan seperti itu," ucapnya.
Baca: Aman Abdurrahman: Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Sakit Jiwa dan Putus Asa
Selain itu, Amien Rais menilai adanya praktik diskriminasi agama, sekelompok merasa tertuduh, terpojok, dan tersangka. Diskriminasi sosial juga menganga semakin lebar. Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin dari hari ke hari semakin dalam.
"Ya tentu ini tidak boleh lagi dan kita tidak boleh menutup mata," cetusnya.
Dari sederetan permasalahan yang dikemukakannya, Amien Rais menawarkan resep ampuh sebagai solusi untuk menyembuhkannya. Resep tersebut harus segera diwujudkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca: Teroris Masa Kini Cenderung Bergerak Individual, SETARA Institute Nilai Pelibatan TNI Tidak Tepat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/amien-rais_20180409_203959.jpg)