Senin, 15 Juni 2026

Cihuynya Gowes ke Baduy

Mengayuh sepeda ke Baduy bersama teman tak hanya menyehatkan raga, tapi juga jiwa kami.

Tayang:
istimewa/Christiantoko
Terminal Ciboleger, pintu masuk menuju perkampungan Baduy. Di terminal ini semua jenis kendaraan diparkir sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. 

Sayang, beberapa warung yang kami lewati, tak ada yang menyediakan gorengan. Sementara itu, gerimis masih terus menemani.

Badan mulai terasa dingin dan kayuh pedal melemah. Terpaksa kami berhenti di warung kelontong di Ciminyak.

Dengan sedikit mengiba, kami minta dibuatkan kopi sachet yang nampak tergantung berderet-deret.

Warung tempat kami beristirahat, terletak tepat di bawah tanjakan curam yang aspalnya mengelupas. Jadi tepatlah kami mengisi tenaga dengan roti kampung yang dicelupkan ke gelas kopi panas. Rasanya indah!

Penjaga warung rupanya tahu kami sudah kelelahan.

“Lewat jalan beton kecil itu saja, memotong jalan dan ngga curam tanjakannya,” katanya sambil menunjuk jalan kecil di seberang warungnya.

Di tengah kegalauan, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti nasehat penjaga warung.

Celakanya, jalan kecil itu cuma dicor semen sebagian. Sisanya, tanah lempung yang jeblok setelah diguyur hujan seharian.

Tentu saja, melewati jalan ini, kami tak mungkin menggowes sepeda. Dengan terpaksa, kami mengeluarkan jurus pamungkas: tuntun sepeda.

Mendorong sepeda di jalan pintas yang berlumpur dan menanjak terjal di kawasan Ciminyak.
Mendorong sepeda di jalan pintas yang berlumpur dan menanjak terjal di kawasan Ciminyak. (istimewa)

Kafein dan sedikit karbohidrat yang masuk ke tubuh kami sore itu, ternyata jadi modal besar buat menyelesaikan perjalanan.

Setelah rolling melewati tanjakan dan turunan, jalan yang kami lewati bertemu dengan jalan terminal Ciboleger-Rangkasbitung. Dari pertigaan ini, tujuan akhir kami tinggal sepelempar batu.

Pukul 17.30 WIB, kami tiba di Terminal Ciboleger dan menutup perjalanan dengan kegembiraan.

Pakaian dan badan kami masih basah karena hujan yang mengguyur bumi tiada henti, tapi perasaan hangat merambat keluar melalui pori-pori karena kegembiraan yang kami rasakan.

Setelah berfoto-foto sebentar, kami menutup gowes hari itu dengan makan indomie-telor!

Bermalam di Baduy

Selepas magrib, saya dan Max lebih dulu masuk ke kampung Kanekes. Kami mencari rumah tempat Max menginap tahun 2013 silam.

Di tengah gelap malam tanpa penerangan dan hujan deras, kami mengetuk rumah Pak Sarif.

Celaka! Yang empunya rumah sedang pergi. Tapi beruntung, keluarganya membukakan kami pintu rumahnya untuk menginap.

Tak lama, teman-teman lain menyusul. Malam itu, kami membilas diri dengan air hujan yang turun makin deras, lalu mengeringkan badan dan berganti pakaian kering.

Istri Pak Sarif rupanya telah merajang air ketika kami berganti pakaian. Di tengah kegelapan malam, kami disuguhi kopi dan teh.

Lumayan, menghangatkan tubuh kami sebelum kantuk menghantarkan kami ke peraduan. Diringi gemericik air hujan, kami tidur nyenyak!

Kokok ayam membangunkan kami. Matahari, belum lagi muncul. Hawa dingin menelisik masuk dari sela-sela dinding kayu.

Rumah panggung khas Baduy tempat kami menginap serasa hotel bintang lima. Ingin rasanya saya bermalas-malas di atas matras tiup klymit yang saya bawa.

Rumah-rumah di perkampungan Baduy Luar.
Rumah-rumah di perkampungan Baduy Luar. (istimewa/Christiantoko)

Tapi saya tak mau kehilangan kesempatan menikmati Baduy. Saya bergegas bangun. Sudah jauh-jauh gowes ke Baduy, kami ingin sight seeing.

Jadilah pagi itu, jam 6.15 WIB pagi, kami berjalan-jalan ke kampung Baduy Luar lainnya.

Di jalan, kami berpapasan dengan banyak orang Baduy Luar dari kampung lain yang hendak beraktivitas, mulai dari pergi ke ladang, menemui saudara di kampung lain hingga serombongan masyarakat Baduy Dalam yang berkunjung ke kampung Baduy Luar.

Ibu dan anak berjalan menyusuri jalan setapak yang menghubungkan antar kampung di Baduy.
Ibu dan anak berjalan menyusuri jalan setapak yang menghubungkan antar kampung di Baduy. (istimewa/Christiantoko)

Banyak cerita menarik yang kami dapatkan selama beriteraksi dengan masyarakat Baduy.

Dengan mata pencaharian bercocok tanam, masyarakat Baduy dilarang menanam padi dengan teknik sawah modern.

Jadi, mereka menanam padi gogo yang menggantungkan curah hujan untuk tumbuh.

Alasan aturan ini, sistem pengairan dan sawah modern cenderung menggunakan pupuk untuk merangsang pertumbuhan padi.

Dengan demikian, air yang mengalir akan tercemar pupuk dan tidak dapat mereka konsumsi lagi.

Dengan teknik perladangan, hasil padi yang mereka peroleh cukup untuk kebutuhan makan masyarakan Baduy sampai panen berikutnya.

Oleh sebab itu, setiap kampung memiliki kompleks lumbung yang sedikit terpisah dari area perumahan.

Kompleks lumbung di perkampungan Baduy
Kompleks lumbung di perkampungan Baduy (istimewa/Christiantoko)

Masih dari cerita mereka, ada 62 kampung Baduy Luar yang tersebar di Kabupaten Lebak.

Sementara Baduy Dalam masih menyisakan 3 kampung. Masyarakat Baduy Luar, masih terikat dengan aturan dari tetua adat Baduy Dalam.

Seiring dengan masuknya pengaruh budaya luar, masyarakat Baduy Dalam lebih giat melakukan ‘razia’ di kampung-kampung Baduy Luar.

Mereka masuk ke rumah-rumah dan memeriksa mulai dari koleksi pakaian hingga peralatan dapur.

Patugas adat Baduy tak segan-segan menyingkirkan barang-barang yang dianggap tidak sesuai bagi tradisi kehidupan mereka.
Petugas adat Baduy tak segan-segan menyingkirkan barang-barang yang dianggap tidak sesuai bagi tradisi kehidupan mereka. (istimewa/Christiantoko)

Apabila ditemukan pakaian berwarna hijau atau merah menyala, petugas akan menyita dan membuangnya.

Pun demikian dengan peralatan dapur modern, akan diambil dan dibuang, bila ditemukan.

Disiplin masyarakat Baduy yang tak pernah mengenakan alas kaki ke manapun mereka pergi, menolak listrik dan budaya luar yang dirasa merusak aturan mereka, terasa janggal di zaman modern ini.

Menenun merupakan salah satu kegiatan harian perempuan Baduy.
Menenun merupakan salah satu kegiatan harian perempuan Baduy. (istimewa/Christiantoko)

Namun bila Anda tinggal dan hidup bersama mereka barang sehari-dua hari, Anda akan merasa bersyukur bahwa masih ada masyarakat yang ketat menjaga kearifan lokal.

Satu hal yang sangat disayangkan, sampah plastik mulai berserakan di sana-sini. Sebagian besar sampah tersebut, tentu dibawa oleh wisatawan yang berkunjung ke Baduy.

Tapi sebagian kecil lainnya, masyarakat Baduy Luar mulai menggunakan sabun untuk mencuci sehingga bungkusnya mengotori sungai.

Belum lagi kantong plastik yang mulai banyak digunakan, pasti menyisakan sampah yang kian menumpuk dalam beberapa waktu ke depan.

Kampung Kanekes di Baduy Luar.
Kampung Kanekes di Baduy Luar. (istimewa/Christiantoko)

Baduy atau Badui? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, penulisan yang tepat adalah "Badui" dan bukan "Baduy" (https://id.wikipedia.org/wiki/Urang_Kanekes).

Tapi berdasarkan wawancara saya dengan beberapa orang Baduy Luar, mereka lebih familiar dengan sebutan Baduy. Atau kalau mau lebih tepat, mereka menyebut diri sebagai orang Kenekes.

Wilayah Kanekes masuk dalam Kabupaten Lebak, Banten.

Kendati letaknya tak seberapa jauh dari Ibukota Jakarta, bukan perjalanan yang mudah untuk mencapainya. Terutama bila kami harus menempuhnya dengan sepeda.

Sepanjang perjalanan pulang, tiada henti kami bersyukur mendapat kesempatan berkunjung ke Baduy.

Perjuangan ngos-ngosan di tanjakan, tak ada artinya dengan pengalaman yang kami peroleh.

Belum lewat sehari merasakan lelah, kami sudah menawari teman-teman kami yang lain untuk mengulang bersepeda ke Baduy. (Christiantoko/mantan wartawan Kontan)

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved