Minggu, 14 Juni 2026

Cihuynya Gowes ke Baduy

Mengayuh sepeda ke Baduy bersama teman tak hanya menyehatkan raga, tapi juga jiwa kami.

Tayang:
istimewa/Christiantoko
Terminal Ciboleger, pintu masuk menuju perkampungan Baduy. Di terminal ini semua jenis kendaraan diparkir sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Pernah mengenyam pendidikan bareng di SMA Kolese Gonzaga, para alumni yang gemar bersepeda dan tergabung dalam kelompok Gonzycling, melakukan kegiatan bersama. Kali ini, mereka mengayuh pedal dalam perjalanan light touring ke kampung masyarakat Baduy, di Lebak, Banten. Bersepeda termasuk kegiatan positif yang membangun kebersamaan, namun bersepeda turing memberikan banyak pengalaman lain dalam interaksi sosial dengan masyarakat lokal. Bukan saja menyehatkan, bersepeda turing juga membasuh jiwa. Sepenggal tulisan ini, menceritakan betapa indahnya Indonesia secara geografis maupun budaya.

PUKUL 10.40 WIB. Hujan lebat datang tiba-tiba di saat kami tengah bersusah payah mengatur nafas di tanjakan.

Konsentrasi untuk tetap waspada terhadap situasi jalan raya sambil mengatur persneling sepeda yang pas agar otot betis dan paha tidak kram, sejenak buyar.

Hari itu, Sabtu (16/12), kami mengayuh pedal menuju Terminal Ciboleger, pintu masuk menuju desa adat Baduy.

Dari 8 orang yang berencana pergi, 2 orang batal pada H-1. Jadilah kami ber-6 meneruskan rencana yang sudah diputuskan bulan lalu.

Kami beruntung karena salah satu anggota rombongan, Max Agung Pribadi –yang sudah katam gowes melanglang buana hingga ke Himalaya—bersedia menjadi guide perjalanan kali ini.

Saya hanya sempat berpandangan beberapa detik dengan Max ketika hujan turun. Hanya dari sorot mata, tanpa berkata-kata, kami sudah mengambil keputusan bersama.

Terus bergerak menghampiri hujan.
Terus bergerak menghampiri hujan. (istimewa/Christiantoko)

Perjalanan tidak boleh terhenti karena hujan.

Dan jadilah kami tetap mengayuh pedal menembus hujan deras.

“Kapan lagi main sepeda hujan-hujanan ngga ada yang marahin,” kata saya menyemangati rombongan sambil tertawa.

“Yakin ngga sakit ini ya?” timpal anggota rombongan tertua, yang umurnya sudah kepala 5.

“Ngga, asal kita tetap gowes,” kata saya yakin di tengah hujan yang makin deras.

Hujan sepanjang hari tak menyurutkan semangat untuk bersepeda ke Baduy.
Hujan sepanjang hari tak menyurutkan semangat untuk bersepeda ke Baduy. (warta kota/max agung pribadi)

Tanjakan panjang

Kami terus bergerak, mendaki bukit. Jalan Leuwiliang sudah berada di belakang dan kami masuk daerah Leuwisadeng, menuju Jasinga.

Perut sudah mulai keroncongan karena kami cuma sarapan Lontong Doclang di gerobak pinggir jalan. Seiring dengan itu, hujan mereda.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
Live
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved