Senin, 15 Juni 2026

Cihuynya Gowes ke Baduy

Mengayuh sepeda ke Baduy bersama teman tak hanya menyehatkan raga, tapi juga jiwa kami.

Tayang:
istimewa/Christiantoko
Terminal Ciboleger, pintu masuk menuju perkampungan Baduy. Di terminal ini semua jenis kendaraan diparkir sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. 

Namun di atas semua urusan otot dan teknik bersepeda, faktor semangat merupakan kunci utama.

Kapan saja, goweser bisa berhenti mengayuh pedal di tengah tanjakan panjang.

Goweser yang memiliki semangat tinggi akan beristirahat sebentar dan naik lagi ke atas sadel saat detak jantungnya sudah kembali normal, sementara yang putus semangatnya memilih mundur.

GPS konvensional

Di tengah derasnya hujan, kami tak lagi mengandalkan teknologi modern sebagai penunjuk arah.

Selain batere yang menipis, tak ada tempat berteduh yang dapat dipakai untuk mengeluarkan gawai yang sudah kami masukkan dalam plastik supaya tidak basah.

“Jalan Raya Cipanas belok ke kiri.”

“Kalau mau ke Ciboleger, pertigaan di depan ambil arah Ciminyak.”

 “Jembatan kuning ikutin aja jalan ini terus. Tapi itu masih jauh banget, pak.”

Demikian beberapa jawaban dari orang yang kami tanya di pinggir jalan. Sebagian dari mereka menatap kepergian kami sambil menggelengkan kepala.

Memang, cuma orang-orang nekad yang punya semangat tinggi yang tetap menembus hujan deras, melewati hutan dan jalan naik-turun yang seolah tak berujung. Dan kami ber-4 sudah berikhtiar harus sampai di Terminal Ciboleger sebelum gelap.

Senyum kami mengembang ketika hujan deras menyisakan gerimis dan kami sampai di jembatan besi bercat kuning.

Dibangun sekitar tahun 1986 (menurut keterangan orang Baduy), jembatan kuning ini menjadi penanda bahwa perjalanan kami sudah semakin dekat.

“Jembatan ini seperti lorong waktu.  Di seberang, kita masuk ke dunia lain, tempat orang Baduy tinggal,” imbuh Max memompakan semangat pada kami yang sudah mulai kehabisan tenaga.

Berpose di Jembatan Kuning yang menjadi landmark memasuki kawasan Baduy di Cisimeut, Banten. Jembatan yang dibangun tahun 1986 itu melintas di atas Sungai Cipayeuh.
Berpose di Jembatan Kuning yang menjadi landmark memasuki kawasan Baduy di Cisimeut, Banten. Jembatan yang dibangun tahun 1986 itu melintang di atas Sungai Cipayeuh. (istimewa)

Bak berpacu dengan waktu,  kami segera kembali mengayuh pedal. Kali ini tujuannya sederhana: mencari teh panas dan gorengan untuk mengisi “bensin” yang mulai mengirim signal lampu kuning berkedip-kedip. Kami perlu asupan gula.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved