Sabtu, 11 April 2026

Begini Cara Olah dan Seduh Kopi yang Benar, Agar Cita Rasa Tak Hilang

Sebanyak 50 petani kopi yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Jawa Barat menjalani pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Suasana pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi yang digelar Kementerian LHK bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) di Preanger Point, Bandung. 

WARTA KOTA, DEPOK - Sebanyak 50 petani kopi yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Jawa Barat menjalani pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi yang digelar Kementerian LHK bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Pelatihan digelar di Hotel Preanger Point, Bandung.

Pada hari kedua pelatihan, Sabtu (14/10/2107) materi pengenalan cita rasa kopi diberikan oleh Adi Taroepratjeka, Q Grader kopi Indonesia.

Q Grader dalam dunia kopi adalah orang yang telah mendapat sertifikasi dan bertanggung jawab menjalankan sistem penilaian cita rasa kopi yang berlaku universal.

Baca: Begini Aktivitas Purwati Berkeliling Menjual Kopi, Seharian Cuma Kantongi Rp 50 Ribu

Adi menjelaskan, belajar mengenal cita rasa kopi, bagus dilakukan secara kelompok, agar terjadi diskusi.

Dan tentunya kata dia harus ada pengajarnya untuk mengarahkan bagaimana memberi nilai pada kopi.

Hal inilah yang terjadi pada hari kedua pelatihan kopi yang digelar Kementerian LHK bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Sabtu.

Suasana pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi yang digelar Kementerian LHK bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) di Preanger Point, Bandung.
Suasana pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi yang digelar Kementerian LHK bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) di Preanger Point, Bandung. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Menurut Adi, kopi berkualitas adalah kopi yang ditanam dengan baik, pengolahan pasca panen dengan baik, dan biji kopi yang disortir secara baik.

"Kalau petani kita kan, kopi yang sudah disortir dijual, yang sudah patah-patah dan disapu, itu yang diminum. Jadi bagaimana bisa mengetahui kopi yang memiliki cita rasa bagus, kalau yang diminum kopi yang cacat," kata Adi yang juga merupakan Direktur 5758 Coffee Lab, disambut gelak tawa para petani kopi, Sabtu (14/10/2017).

Adi menyatakan, sudah saatnya petani kopi Indonesia dapat mengetahui cita rasa kopi dengan baik, agar mereka dapat dengan mudah berkomunikasi dengan siapapun, meski bahasanya berbeda.

"Caranya, kami bagikan lembar pecatatan kopi, lalu mereka diajari bagaimana mencium aroma biji kopi, mencium aroma kopi yang sudah digiling, dan mencium aroma kopi yang sudah diseduh, serta bagaimana cara menyeduh kopi," kata Adi.

Saat mereka mencium aroma kopi, hingga mencicip kopi, kata Adi cita rasa yang mereka rasakan ditulis di lembar pencatatan cita rasa.

"Melalui lembar pendaftaran kopi, kita menyamakan persepsi tentang nilai 7 untuk kopi seperti apa, nilai 7,5 seperti apa. Sehingga mereka bisa berkomunikasi tentang kopi dengan hanya menggunakan lembar pencatatan kopi," kata Adi.

Baca: Alasan Chicco Jerikho Berikan Donasi kepada Petani Kopi

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved