Begini Cara Olah dan Seduh Kopi yang Benar, Agar Cita Rasa Tak Hilang
Sebanyak 50 petani kopi yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Jawa Barat menjalani pelatihan kewirausahaan bagi petani kopi.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Adi mengatakan, kalau ada kopi yang dicampur jagung, beras, kedelai, beras ketan hitam, itu awalnya terjadi karena petani hanya menjual hasil panen yang bagus.
Sisanya, kopi cacat atau pecah digiling, supaya banyak, mereka campur jagung, beras, atau kedelai.
"Dicampur nggak apa-apa, dan nggak ketahuan, tapi ketika petani tidak pernah minum kopi hasil sortiran yang bagus, mereka tidak akan pernah tahu cita rasa kopi enak," kata Adi. Para petani pun tertawa mendengar cerita Adi.
Menurut Adi, tidak ada yang salah mencampur kopi dengan komoditas lain.
"Di Lombok, mereka minum kopi dengan kayu manis, kelapa sangria untuk menambah cita rasa, tapi yang dipakainya adalah kopi terbaiknya. Jangan dibiasakan minum kopi cacat, tapi coba minum kopi yang bagus," kata Adi.
Cara menyeduh kopi, dijelaskan Adi, jangan menyeduh dengan air mendidih, tapi gunakan air panas 85 - 95 derajat.
"Setelah diseduh dengan air panas, biarkan 4 menit, lalu ambil ampasnya, cium lagi aromanya, pasti aromanya berubah, dibandingkan dengan aroma kopi yang baru diseduh," ujar Adi.
Semua petani kopi yang mengikuti pelatihan kewirausahaan ini, sangat antusias mendengar penjelasan Adi.
"Saya dapat ilmu baru tentang menilai cita rasa kopi, bagaimana menggiling kopi, menyeduhnya, hingga mencicip kopi," kata Dedi Priyadi (38) petani kopi, asal Sukajaya Lembang, yang mengikuti pelatihan.
Menurut Dedi, pelatihan yang baru pertama kali diikuti ini, sangat bermanfaat sekali karena dia jadi mengetahui bagaimana cara menanam kopi dengan baik, mengolah hasil panen dengan benar, dan menyeduh kopi.
"Ya, tentang cita rasa kopi dan ilmu barista sedikitnya bisa saya kuasai, setelah saya ikut pelatihan ini," ujar Dedi senang.
Ketua LMDH Lereoy Matita mengatakan, sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
Sebab sengan pelatihan ini petani dapat wawasan baru tentang kewirausahaan kopi.
"Ini awal kerja sama yang baik untuk meneruskan tradisi pelatihan kewirausahaan kopi secara berkesinambungan. Petani kopi membutuhkan wawasan tentang cara menanam kopi yang baik, mengolah hasil panen, dan memprosesnya menjadi powder, sampai tata niaga kopi," kata dia.
Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hadi Daryanto menyatakan terima kasih kepada para petani kopi yang sudah sangat antusias mengikuti kegiatan kewirausahaan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/seduh-kopi1_20171014_174615.jpg)