Jumat, 24 April 2026

Tragedi Pendakian Gunung Prau Tinggalkan Duka

Tragedi pendakian Gunung Prau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Mereka yang meninggal tergolong baru berkeluarga.

Penulis: Feryanto Hadi |
Keluarga pendaki yang berduka. 

Mereka kemudian memutuskan untuk berteduh dengan membuat tempat berlindung sementara secara darurat (bivak). Bivak untuk berteduh dibuat di sekitar tower Nganjil.

"Namun, saat berteduh sebagian pendaki bermain handpone. Saat itu langsung tersambar petir," kata Zulhawari, Senin (25/4/2017).

Dari 11 rombongan pendaki asal Jakarta, tiga diantaranya tewas.

Mereka yang tewas adalah Deden Hidayat (30), warga Jalan Benuang VI No 44 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Kemudian, Aditya Agung D (29), warga Jalan Cipinang Muara II Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur; dan Adi Setiawan (30), warga Jalan Cipinang Muara II Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sementara delapan sisanya mendapat luka bakar, luka ringan, dan salah satu pendaki mengalami shock.

Maulana Affandi, Staf Humas Kantor Basarnas Jateng menambahkan, sebelum hujan, para pendaki sempat melakukan foto bersama dengan menaiki tower tersebut.

Sebagian pendaki yang tidak puas berfoto di tower, lalu menaiki sebuah pohon.

"Pendaki yang naik di pohon tersambar petir lalu jatuh ke bawah," tambah Affandi. Usai kejadian itu, tiga orang anggota rombongan berusaha turun ke pos pendakian untuk meminta bantuan.

Korban lainnya kemudian dievakuasi oleh tim SAR bersama polisi dan masyarakat dari puncak gunung pada Minggu malam.

Para korban selamat yang terdapat luka bakar lalu dibawa ke Rumah Sakit Daerah Wonosobo

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved