Tragedi Pendakian Gunung Prau Tinggalkan Duka
Tragedi pendakian Gunung Prau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Mereka yang meninggal tergolong baru berkeluarga.
Penulis: Feryanto Hadi |
"Ini sudah takdirnya begini. Saya pasrah saja," kata Lilis yang dinikahi Wawan sejal 2012 lalu.
Ratusan kerabat sejak Senin pagi sudah datang ke rumah duka. Hampir semua anggota keluarga Wawan shock.
Ayah Wawan yang bernama Jaiman Santoso (58) lebih banyak termangu meratapi kepergian anak sulungnya. Sementara, istri Paiman, Sutarmi (50), kerap menangis setiap ada kerabatnya datang dan mengucapkan bela sungkawa.
Pemandangan hampir sama juga terlihat di rumah duka korban bernama Aditya Agung Darmawan di Rumah Susun Guru Cipinang Muara yang jaraknya tak jauh dengan kediaman Wawan.
Ratusan orang berkumpul di lantai dasar rumah susun untuk berbelasungkawa atas meninggalnya pegawai Pegadaian Cabang Citayam itu.
Aditya, yang juga meninggal dalam pendakian itu, meninggalkan seorang istri cantik bernama Siti Nuraini.
"Mereka baru delapan bulan menikah," kata Helmawati (60), ibu dari Adit. I
a bilang sebelumnya sudah mengingatkan Adit supaya tidak naik gunung.
"Saya bilang ke dia, buat apa naik gunung. Kalau dulu masih bujangan boleh saja, kalau sekarang kan sudah nikah. Tapi ya namanya hobi, dia tetap berangkat sama rombongan kawannya," imbuhnya.
Hingga pada Minggu petang keluarga itu mendapat kabar yang mengejutkan mengenai peristiwa mengerikan yang dialami Adit dan rombongan di atas Gunung Prau.
"Saat dapat info awal pada Minggu jam setengah empat sore, masih simpang siur. Kami positif thinking kalau Adit korban yang selamat. Tapi malamnya kami dapat kabar Adit salah satu korban yang meninggal dunia," jelasnya.
Badai petir
Sebanyak 11 orang pendaki asal Jakarta dilaporkan menghadapi musibah saat rombongan hendak turun dari puncak Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Humas Kantor Basarnas Jateng Zulhawari Agustianto menyatakan, rombongan yang berangkat sejak Jumat Sabtu itu tengah turun dari puncak pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00.
Namun, di tengah perjalanan, hujan turun dengan sangat deras disertai gempuran petir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pendaki_20170424_173836.jpg)