Koran Warta Kota
Sekompok Remaja Terobos Jalan Tol Demi Om Telolet Om
Sekelompok anak-anak remaja menerobos jalan tol Jakarta-Cikampek. Mereka berjajar di pinggir jalan dan berteriak kepada sopir bus: Om Telolet Om.
Di pintu tol
Di tempat lain, demam telolet juga dirasakan para sopir. Seperti dikemukakan Tio (35), supir bus jurusan Jakarta-Kuningan di terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (22/12).
"Lagi ramai itu, ada di tol Bekasi, tol Timur, tol Jatibening, Karawang, tol Cakung, Cikunir, tiap keluar tol banyak bocah yang minta telolet," katanya.
Ia bercerita mengenai perjalanannya dari Kuningan ke Jakarta sejak Kamis pagi. Pria yang sudah 3 tahun menjadi supir ini cukup heran dengan fenomena ini.
"Baru setengah bulan kayak gini. Rata-rata anak kecil yang minta, ada yang naik motor di jalan minta telolet juga," ungkap Tio. Namun ia mengaku hal itu tidak menganggu dirinya.
Sopir lainnya, Herwin (37), juga mengaku kaget. "Sudah 20 tahun jadi sopir, baru sekarang ada yang kayak gini. Lucu aja, dari anak bocah sampai orang dewasa bilang 'Om Telolet Om' di jalanan, yang naik motor juga suka ada yang minta," ujar sopir bus jurusan Jakarta-Kuningan itu.
Di parkiran saja
Bagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, fenomena klakson telolet tidak perlu dilarang- larang. Budi mengatakan, dirinya tidak terganggu dengan fenomena yang sedang jadi tren itu.
Bahkan mantan bos PT Angkasa Pura II itu memiliki ide untuk membuat kontes klakson bus telolet.
"Kontes bus telolet kita lakukan tiga minggu lagi," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/12).
Dia juga mengaku senang mendengarkan nada variatif yang dikeluarkan dari bunyi klakson telolet.
"Saya bukannya melarang, saya pribadi senang dengan musik. Mungkin bisa ikut joget," kata Budi.
Ditegaskan, Kemenhub tidak bisa melarang penggunaan klakson telolet. Kendati begitu,
Budi mengimbau agar klakson telolet tidak dibunyikan saat beroperasi di jalan raya, tapi hanya sebagai hiburan ketika di parkir saja.
"Kita enggak ada sanksi bagi sopir, tapi jangan sampai ke jalan atau tol. Lokasinya saja yang kurang tepat. Kalau di parkiran kan bagus," ujar Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161223-om-telolet-om_20161223_090041.jpg)