Ini Dia Sisa Kejayaan Emping Condet yang Legendaris
Lain dulu lain sekarang. Kini hampir tidak ditemukan kios emping di kawasan itu seiring berubahnya generasi. Pengrajin emping Condet di masa kejayaann
Penulis: Feryanto Hadi |
"Dulu pada buat emping karena faktor ekonomi. Ibu rumah tangga pada bantu suami buat tambahan uang dapur. Ada juga yang jadi pekerjaan utama seperti saya," kata Pak Mali.
Dari pekerjaan membuat emping, penghasilan Pak Mali lebih dari cukup. Beberapa anaknya bahkan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi dan sekarang lima dari enam anaknya sudah hidup mandiri.
"Sayangnya tidak ada satupun anak saya yang mau belajar membuat emping. Begitu juga anak muda lain di sini. Saya cuma takut kalau emping Condet sebagai peninggalan sesepuh di sini nantinya akan benar-benar hilang," terangnya.
Saat ini, Pak Mali dan beberapa pembuat emping Condet mendapat pasokan melinjo dari daerah lain.
"Ada pedagang yang rutin antar melinjo ke sini. Memang jadi lebih praktis. Berbeda dengan dulu kita harus metik melinjo dulu di kebun-kebun," jelas Pak Mali. (fha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161030sisa-kejayaan-emping-condet-yang-legendaris2_20161030_132853.jpg)