Minggu, 19 April 2026

Ini Dia Sisa Kejayaan Emping Condet yang Legendaris

Lain dulu lain sekarang. Kini hampir tidak ditemukan kios emping di kawasan itu seiring berubahnya generasi. Pengrajin emping Condet di masa kejayaann

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ini dia emping Condet yang legendaris itu. 

Ia tidak bisa membayangkan, ketika ia tak lagi membuat emping. Bisa-bisa, emping Condet hanya tinggal legenda.

"Hampir tidak ada penerus. Anak-anak muda sekarang tidak ada yang mau membuat emping. Gengsinya kegedean. Mereka lebih milih kerja di kantoran atau swalayan," kata Tiana.

Berkah

Jumlah pembuat emping yang kian sedikit, di sisi lain, menjadi berkah bagi Tiana dan Masenun.

Didorong faktor emping Condet yang legendaris, hingga kini masih banyak orang, baik dari daerah Condet maupun daerah lain sengaja datang untuk memesan emping kepada Tiana dan Masenun.

"Ya enaknya gitu. Sekarang pesaingnya sedikit. Jadi yang mesan ke saya banyak," kata Tiana diakhiri dengan tawa

Hari itu, Tiana dibantu rekannya bernama Masenun (67). Mereka mengaku selalu membuat emping bersama sejak beberapa tahun terakhir.

Dalam sehari, mereka berdua mendapat pesanan emping rata-rata 2 kilogram.

Tetapi, kadang jumlah pesanan melonjak ketika ada seseorang yang punya hajat atau emping akan digunakan sebagai oleh-oleh ke luar negeri.

"Emping kami sudah sampai Amerika, Belanda, Australia dan negara-negara lain," Masenun menimpali.

Harga satu kilogram emping Condet buatan Tiana-Masenun Rp100.000.

Masenun mengaku penghasilan mereka per bulan dari membuat dan menjual emping tidak menentu.

"Buatnya emping ya tidak setiap hari. Kalau sehat saja. Maklum, ini kan buat aktifitas saja sekaligus melestarikan emping Condet supaya tidak hilang. Kalau ada pesenan, ya bikin. Tapi kita nggak ngoyo," jelas Masenun.

Jumlah pesanan, kata Masenun, akan jauh lebih banyak jelang perayaan hari besar.

Bahkan, pada moment itu, Tiana dan Masenun mempekerjakan sampai empat orang untuk membantu menyelesaikan pesanan.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved