Senin, 20 April 2026

Koran Warta Kota

Reni Sang Pembantu Pahlawan bagi Keluarga Asep

Selama berjam-jam pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Asep Sulaiman itu terus didera ketakutan

Warta Kota
Hael Warta Kota Minggu, Perampokan di Pondok Indah 

Pelaku butuh beberapa jam mengumpulkan harta-harta itu.

Menjelang pukul 09.00, pemilik rumah meminta izin kepada pelaku agar Reni membuatkannya mi instan sebagai sarapan. Pelaku mengizinkan.

Di bawah pengawasan yang tak terlalu ketat dari perampok, Reni mencari cara untuk kabur.

Saat perampok lengah, ia segera berlari ke lantai bawah dan menuju gerbang.

Panik, ia tak sempat membuka pintu pagar. Ia memanjat pagar setinggi 3 meter itu sambil berteriak minta tolong.

Beberapa warga mulai berdatangan mendengar teriakan itu. Hal itu juga disadari para perampok.

Perampok akhirnya membuat skenario. Ia meminta kepada Asep keluar menemui warga dan menjelaskan bahwa tidak terjadi apa-apa.

Takut anak-istrinya disakiti, Asep menuruti permintaan perampok.

"Tidak ada apa-apa. Hanya masalah keluarga," kata Asep yang membuat warga bingung. Sesaat kemudian, Asep kembali masuk ke dalam rumah.

Menurut tetangga Asep, Reni boleh disebut pahlawan untuk keluarga majikannya.

"Pembantunya itu pahlawan. Karena kalau nggak ada dia, nggak tahu nasib majikannya seperti apa," ujar seorang warga, kemarin.

Menegangkan

Reni menceritakan detail kejadian di rumah itu kepada security komplek dan warga. Tak lama kemudian, polisi lalu mengepung rumah itu.

Menurut Hidayat, perlu waktu beberapa jam untuk melakukan observasi. Dengan pengeras suara, polisi meminta perampok menyerahkan diri.

"Situasi benar-benar menegangkan. Saat kami meminta perampok itu menyerah, justru terdengar suara tangisan dari dalam rumah," kata Hidayat.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved