Koran Warta Kota
Reni Sang Pembantu Pahlawan bagi Keluarga Asep
Selama berjam-jam pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Asep Sulaiman itu terus didera ketakutan
Sadar upaya peringatan tak diindahkan, sekitar pukul 14.00 gabungan polisi khusus dengan senjata lengkap mendobrak masuk.
"Tak ada respon apapun dari dalam rumah. Tapi kami membaca bahwa kondisi psikologis perampok juga turun melihat ratusan polisi mengepung rumah, sehingga kamu memutuskan masuk menyerbu rumah," ujarnya.
Polisi menyisir ke lantai dua rumah. Di sebuah ruang utama, polisi menemukan sandera dan perampok yang sama-sama tampak ketakutan.
"Tidak ada perlawanan dari perampok. Dua perampok berisial AJ dan S dengan mudah dibekuk pukul 14.15," kata Hidayat.
Kasubag Humas Polrestro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Purwanta mengatakan, seluruh korban shock atas peristiwa itu.
"Meskipun tidak ada kekerasan fisik, namun bentuk intimidasi yang dilakukan begitu menakutkan. Mereka sering diancam dibunuh dengan ditodong senjata api," katanya.
Dua pelaku yang mengaku berasal dari Solo, Jawa Tengah, itu selanjutnya dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.
"Jenis senjata api yang mereka gunakan adalah Walther. Kami juga masih lidik darimana asal senjata api itu," kata Purwanta.
Pelaku panik
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto juga menyatakan hal senada di lokasi kemarin. Menurut Kapolda, dua pelaku yakni AJ dan S membututi PRT di rumah Asep. "Saat PRT itu di pelataran rumah korban, pelaku langsung menodongkan senjata api berkaliber 32," katanya.
"Pelaku meminta PRT mengantarkan mereka ke depan kamar majikannya dan meminta majikan keluar. Pelaku juga menggedor pintu," kata Moechgiyarto.
Namun, lantaran melihat senjata api di tangan para pelaku, Reni justru menangis histeris.
"Tangisan histeris itu membuat Asep dan istrinya, Euis, melongok dari jendela kamar. Melihat hal tersebut, para pelaku lalu memecahkan kaca jendela. Asep dan istrinya pun disandera. Anak Asep, Safira (20) dan seorang pembantu lain ikut dibuat tak berdaya, " kata Moechgiyarto.
Di dalam rumah, AJ dan S sempat meminta Asep dan keluarga menyerahkan semua barang berharga.
"Mulai dari ponsel sampai dompet, sempat diminta oleh pelaku," ujar Moechgiyarto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160904-perampokan-pondok-indah_20160904_083222.jpg)