Konsultasi
Dunia yang Tak Aman
Hampir setiap hari surat kabar dan televisi memberitakan kecelakaan lalu lintas, pemutusan hubungan kerja, persoalan ekonomi negara, kekerasan seksual
Nilai-nilai penting dengan mudah tergerus oleh kesulitan hidup, atau oleh ketidakpedulian yang diakibatkan kesulitan hidup itu.
Yang dulunya berpikir kerja sama penting, karena pengalaman dicurangi atau dijahati menjadi tak peduli lagi, dan ikut melakukan berbagai tindakan yang merugikan orang lain.
Tidak perlu berpikir menjadi tokoh sehebat Nelson Mandela atau pemimpin dunia lainnya yang siap dipenjara atau dianiaya karena keyakinan politik dan perjuangannya.
Cukup berpikir mengenai keluarga, anak, atau lingkungan terdekat yang menjadi bagian dari tanggung jawab kita.
Ada yang mungkin demikian melemah bahkan kehilangan keberanian untuk berkompetisi di sekolah atau di tempat kerja—di Jepang ada ’hikikomori’, fenomena anak-anak muda yang mundur karena ketakutan dan memilih mengurung diri di rumah.
Apabila demikian halnya, kita perlu mengaku ’aku saat ini bermasalah’ dan meminta bantuan orang terdekat yang dipercaya atau profesional agar dapat keluar dari ketakutan, dan memandu dalam mulai beraktivitas.
Hidup serba tidak sempurna. Semoga kita bukan menjadi bagian dari sumber persoalan yang makin mengacaukan, melainkan menjadi bagian dari perubahan yang konstruktif dan penyelesaian masalah dalam masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151116dunia-yang-tak-aman_20151116_070315.jpg)