Konsultasi
Dunia yang Tak Aman
Hampir setiap hari surat kabar dan televisi memberitakan kecelakaan lalu lintas, pemutusan hubungan kerja, persoalan ekonomi negara, kekerasan seksual
Oleh Kristi Poerwandari
Mungkin banyak dari kita menganggap dunia tempat kita tinggal tidak aman.
Hampir setiap hari surat kabar dan televisi memberitakan kecelakaan lalu lintas, pemutusan hubungan kerja, persoalan ekonomi negara, kekerasan seksual, hingga pembunuhan sadis.
Beberapa berita terkini yang mengisi media adalah persoalan hukum yang membelit Bu Risma, kabut asap yang mengganggu kesehatan, bahkan telah membunuh anak, hingga kasus penculikan yang diduga melibatkan orang dalam.
Kita jadi bertanya-tanya bagaimana dapat hidup tenang dan memiliki pemimpin yang baik apabila pihak berkuasa jegal-menjegal dengan memperalat hukum, atau bagaimana dapat merasa aman meninggalkan anak di rumah sementara kita harus bekerja sampai malam di lokasi yang jauh untuk mencari uang.
Masa kini saja dijalani dengan napas ngos-ngosan dan hati deg-degan, mungkin kita tidak sempat memikirkan masa depan atau bahkan tidak berani membayangkannya daripada dilanda lebih banyak kecemasan.
Bagaimana membangun rasa aman dalam dunia yang tidak memberi rasa aman?
Melanie Greenberg (2012), Suzanne Hosang (2014), dan Alix Purcell (2014) mengajak kita untuk pertama-tama, menerima dan mengakui perasaan kita.
Munculnya perasaan cemas, bingung, atau sedih adalah suatu reaksi wajar dan normal.
Membangun rasa aman
Penting untuk kita tetap membangun rutinitas hidup. Jangan membaca atau menonton berita sepanjang waktu apabila itu akan menghabiskan waktu kita secara tidak produktif, atau membuat kita merasa tak berdaya.
Mencanangkan capaian harian akan membantu menetralisasi, serta mengarahkan pikiran dan tindakan kita menjauh dari kecemasan dan rasa takut.
Tidak perlu memarahi diri yang sedang melemah, atau memaksa membuang perasaan yang memang masih kita rasakan.
Lebih penting untuk menemukan lingkungan yang memberikan rasa nyaman, dengan keluarga dan teman, atau melalui aktivitas sederhana seperti mendengarkan musik, merawat tanaman, dan mengurus binatang peliharaan.
Rutinitas hidup perlu diperbarui dengan memasukkan olahraga, makan sehat, dan tidur cukup.
Merenung, yoga, atau meditasi dapat memperbarui sumber daya diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151116dunia-yang-tak-aman_20151116_070315.jpg)