Konsultasi

Dunia yang Tak Aman

Hampir setiap hari surat kabar dan televisi memberitakan kecelakaan lalu lintas, pemutusan hubungan kerja, persoalan ekonomi negara, kekerasan seksual

Kompas
Ilustrasi. 

Apabila diperlukan, kita dapat membangun ’mental safe place’, maksudnya tempat aman dalam batin kita untuk membantu membuang tekanan hidup, entah riil (misal di depan kolam ikan di samping rumah) atau yang bersifat imajiner.

Afirmasi dan visualisasi positif membantu mengeset mood yang positif pula.

Kita dapat mengalami peristiwa traumatik atau sangat menekan, atau bahkan menjadi kehilangan keseimbangan bukan karena mengalami sendiri, melainkan karena menyaksikan suatu peristiwa menakutkan.

Apabila itu terjadi, baik untuk menuliskan apa yang mengganggu kita, apa yang kita pikir dan rasakan terkait peristiwa.

Banyak orang menulis buku harian untuk menemukan diri atau solusi dari persoalannya. Ini karena menulis dapat membantu kita mengorganisasi situasi dan reaksi menjadi cerita yang lebih jelas.

Bahkan, dalam perjalanan menulis itu, kita sering dapat melakukan rekonstruksi atas apa yang terjadi. Yang sebelumnya dirasa mengguncang sedemikian dahsyat dapat dimaknai secara berbeda (”Saat itu aku masih lemah, sekarang aku kuat, aku bisa mengatasi bahkan dapat membantu orang lain.”).

Untuk memberi rasa nyaman pada diri, lebih baik menjauh dari mereka yang terus menyalahkan pihak lain, banyak mengkritik, tetapi kurang berefleksi pada perilaku diri sendiri.

Lingkungan yang positif membantu kita untuk tetap dapat menemukan berbagai sisi positif dari hidup yang tidak sempurna.

Dalam situasi sulit, menjadi makin perlu bagi kita untuk menghadirkan yang positif. Kita menetralisasi situasi sulit dengan menggunakan kata-kata positif dalam percakapan dengan orang lain dan dengan diri sendiri.

Kita melakukan hal baik yang dapat kita lakukan dan berserah untuk yang di luar pengendalian kita.

Sebelum tidur, dan saat bangun, akan baik apabila kita dapat memikirkan hal baik yang terjadi, meski kecil dan sederhana.

Tetap dapat bersyukur dan mencintai yang (masih) kita miliki menjadi salah satu hal penting untuk dapat melewati saat-saat sulit.

Kita berterima kasih atas titipan kepemilikan dan kehadiran orang-orang di masa lalu dan masa kini, yang memberikan dukungan, kasih sayang, dan kekuatan pada kita.

Bagian dari perubahan
Akhirnya, dalam situasi sulit, kita tetap perlu membangun komitmen pada nilai-nilai hidup yang kita anggap paling penting atau bernilai.

Apa yang menurut kita terpenting? Integritas? Keluarga dan orang-orang terdekat? Kepedulian dan saling membantu?

Sumber: KOMPAS
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved