Uang Palsu

1800 Lembar Uang Palsu Rp 50.000 Beredar di Jakarta dan Depok

Dua pelaku pencetakan dan pengedar uang palsu pecahan Rp 50.000 berhasil dibekuk aparat Polresta Depok di kawasan RT 05/03, Pasir Putih, Sawangan.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kapolresta Depok Kombes Dwiyono didampingi Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho dan Paur Humas Polresta Depok Inspektur Dua Bagus Suwardi, menunjukkan barang bukti kasus produksi uang palsu yang berhasil disita, di Mapolresta Depok, Kamis (12/11/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK - Dua pelaku pencetakan dan pengedar uang palsu pecahan Rp 50.000 berhasil dibekuk aparat Kepolisian Resort Kota Depok di kawasan RT 05/03, Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok, pekan ini.

Keduanya adalah Doni Setiawan (31) dan Mohammad Parhad Anis (45). Doni berperan sebagai IT pencetak uang palsu dan merupakan warga Pekalongan, Jawa Tengah.

Sementara Mohammad yang menadah uang palsu Doni sekaligus mengedarkannya, adalah warga Pancoran Mas, Depok.

Dari tangan keduanya disita 400 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000 siap edar, alat pencetak uang, bahan baku kertas, cat, laptop, dan sejumlah peralatan lainnya.

Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono, menuturkan, uang palsu pecahan Rp 50.000 itu, diakui dicetak oleh Doni dan seorang rekannya yang kini buron, di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Dari sana lalu dibawa ke Depok dan diserahkan ke M, pelaku yang menadah dan lalu mengedarkannya," kata Dwiyono di Mapolresta Depok, Kamis (12/11/2015).

Menurut Dwiyono, Doni mengaku sudah 4 bulan ini atau sejak Agustus lalu mencetak uang palsu dan hasilnya selalu dibawa ke Mohammad Anis di Depok.

Selama 4 bulan itu, katanya sudah 1800 lembar upal Rp 50.000 atau senilai Rp 90 Juta yang sudah dicetak dan diedarkan.

Ia menjelaskan upal pecahan Rp 50.000 yang dicetak Doni, sangat mirip dengan aslinya.

"Mulai dari bahan kertas, tampilan hologram, pita pengaman bahkan sinaran berwarna juga ada, jika dicek dengan alat penguji upal," kata Dwiyono.

Karenanya, kata dia, satu-satunya cara untuk bisa membedakannya, dengan alat khusus yang dimiliki dari bank, dimana selain infra red juga ada magnet khusus yang bisa menguji keaslian uang.

"Lalu satu hal pembeda lainnya yang sangat nyata, adalah nomor seri uang mereka sama di setiap sekian ratus lembar," kata Dwiyono.

Karenanya, jika warga melihat ada uang pecahan Rp 50.000 dengan nomor seri yang sama, maka dipastikan itu adalah palsu, meski semua ciri dan tanda uang asli mulai dari hologram, pita pengaman dan gambar cahaya ada.

"Dari pengakuan tersangka, sejak Agustus, sudah 1800 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000, atau senilai Rp 90 juta, yang sangat mirip dengan asli ini, berhasil diedarkan," kata Dwiyono.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved