Kamis, 16 April 2026

Properti Baru Bermunculan di Sisi Tol Cijago

Seiring bakal hadirnya Tol Cijago dan Tol Desari, para investor properti pun saling berebut lahan.

Yusuf menerangkan, saat ini pihaknya sedang mengebut sejumlah pekerjaan. Antara lain pembangunan underpass Margonda, pembuatan jembatan di atas Kali Ciliwung, pembuatan jembatan di atas Situ Pengarengan, dan sodetan Kali Sugutamu.

"Underpass Margonda itu sekarang dalam proses pengeboran, cuma terkendala oleh adanya pipa Pertagas (PT Pertamina Gas--Red) yang harus direlokasi. Relokasi pipa gas kira-kira minggu depan," ujar Yusuf.

Bila relokasi pipa gas sudah selesai, kata Yusuf, pihaknya menargetkan pembangunan underpass Margonda itu akan selesai pada Oktober mendatang.

"Kan di situ dibagi empat, yang tiga sudah selesai, tinggal satu jalur lagi dari arah Depok ke Jakarta," katanya.

Untuk diketahui, pembangunan Jalan Tol Cijago yang dioperasikan PT Translingkar Kita Jaya ini dilakukan secara bertahap dalam tiga seksi.

Seksi I sepanjang 3,70 kilometer sudah dioperasikan sejak Januari 2012. Sedangkan Seksi II menghubungkan Jalan Raya Bogor/Cisalak dengan Kukusan sepanjang 5,50 kilometer.

Sedangkan untuk Seksi III membentang dari Kukusan sampai Cinere hingga 5,44 kilometer.

Total investasi yang dikeluarkan untuk membangun tol sepanjang 14,6 kilometer ini adalah Rp 2,4 triliun.

Jika pembangunan seluruh ruas Tol Cijago tuntas, maka ujung pintu tol Cinere akan menjadi titik untuk integrasi dengan Jalan Tol Cinere-Serpong.

Sementara itu, belum lama ini Direktur Utama PT Citra Waspphutowa Tri Agus Priyanto, selaku pemegang konsesi proyek Tol Desari, juga mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pekerjaan fisik konstruksi meski pembebasan lahan belum 100 persen.

Dia berharap akhir tahun ini urusan pembebasan tanah sudah selesai.

Untuk diketahui, saat ini proses pembebasan lahan berbagai proyek infrastruktur yang menyangkut kepentingan umum seperti Jalan Tol, Jalan Nasional, Perumahan Rakyat hingga Bendungan dan Pembangkit Listrik, diambilalih oleh pemerintah pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Hal ini dilakuan sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 30 tahun 2015 sebagai aturan turunan Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 tentang penyediaan lahan untuk program pemerintah yang menyangkut kepentingan umum. Lewat aturan baru tersebut ada kepastian bahwa proses pembebasan lahan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari.

Proyek Tol Desari memiliki nilai total investasi Rp 4,767 triliun. Pembangunannya dibagi dalam dua seksi.

Pembangunan seksi I yaitu ruas Antasari-Sawangan sepanjang 12 Km pembebasan lahannya baru 70 persen, mencakup seksi IA sepanjang 6,85 Km (Antasari-Krukut) yang pembebasan lahannya sudah 90 persen, seksi I B sepanjang 6,3 Km (Krukut-Sawangan). Seksi I ditargetkan selesai Juli 2016.

Kemudian Seksi II, ruas Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 Km. Rencananya pembangunan fisiknya direncanakan pada awal 2023 dan diharapkan mulai beroperasi pada 2024.

Untuk seksi I, wilayah kelurahan yang akan dilewati antara lain Cilandak Timur, Cilandak Barat, Pondok Labu, Ciganjur dan Cipedak di wilayah administratif Jakarta Selatan. Serta kelurahan Pangkalan Jati Baru, Gandul, Krukut, Grogol dan Rangkap Jaya di wilayah Kota Depok.

Untuk seksi II, setelah dari Sawangan, jalur tol akan mengarah ke kawasan Bojong Gede, Bogor melewati kelurahan Rangkap Jaya Baru, Cipayung dan Cipayung Jaya di Kota Depok, serta Kelurahan Pabuaran dan Susukan di wilayah Kabupaten Bogor. (gps)

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved