Properti Baru Bermunculan di Sisi Tol Cijago
Seiring bakal hadirnya Tol Cijago dan Tol Desari, para investor properti pun saling berebut lahan.
Sementara Grand Depok Residence di Jl M Zakaria yang termurah Rp486 juta (36/72).
Ada juga tipe 45/72 dan 72/120 masing-masing seharga Rp560 juta dan Rp924 juta. Perumahan dari Riscon Realty ini juga cukup dekat dengan kampus Universitas Indonesia (UI) melalui pintu belakang.
Terpotong-potong
Di sisi lain, pengerjaan konstruksi Tol Cijago Seksi II (Cisalak-Kukusan) hingga kini masih dilakukan.
Berdasarkan pantauan Warta Kota, Jumat (4/9), pekerjaan tampak terpotong-potong. Di beberapa bagian tampak rumah yang masih berdiri di tengah-tengah jalur tol. Misalnya saja di wilayah Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya.
Kepala Pelaksana Proyek Tol Cijago dari Hutama Karya, Muhammad Yusuf, mengatakan, terpotong-potongnya pengerjaan konstruksi disebabkan terkendalanya pembebasan lahan.
Menurut Yusuf, hingga kini masih terdapat sejumlah bidang lahan yang belum bisa dikerjakan karena lahannya belum bebas.
"Masih banyak lahan yang belum bebas. Seperti rencana overpass di tanah Haji Daiman sampai ke Situ Pengarengan, masih terkendala pembebasan lahan. Itu membuat pekerjaan menjadi terpotong-potong," ujar Yusuf kepada Warta Kota, Jumat (4/9).
Selain itu, kendala pembebasan lahan juga masih menjadi masalah di daerah Kemirimuka, dekat Jalan Margonda Raya, kata Yusuf. Kira-kira masih ada lima bidang lagi yang belum bebas.
"Di daerah Kemirimuka yang belum bebas itu lokasi Puskesmas dan bangunan SD," ujarnya.
Sejauh ini, kata Yusuf, pembebasan lahan yang tidak terlalu menemui masalah adalah di wilayah antara Margonda dan Kukusan (Seksi IIB), tepatnya di belakang kampus Universitas Indonesia.
"Di belakang kampus UI pembebasannya relatif selesai, karena itu tanahnya UI. Itu diperkirakan on schedule, banyak lahan bebasnya karena tanahnya milik UI," jelasnya.
Yusuf menyimpulkan, pembebasan lahan untuk tol Cijago Seksi II belum 100 persen.
Saat ini, pembebasan lahan telah di bawah kendali BPN, dengan tetap beranggotakan tim dari pihak terkait, seperti dari Pemkot Depok, dari kecamatan, dan lain-lain. Dengan demikian, dia berharap pembebasan lahan bisa cepat.
"Kita mengharapkan pengadaan lahan untuk Tol Cijago Seksi II (Cisalak sampai Kukusan) ini selesai paling lambat Desember 2015," kata Yusuf.