Sabtu, 11 April 2026

Fasilitas Umum

Kondisi Halte Bus di Kota Bekasi Memperihatinkan

Selain dipenuhi coretan dan atapnya keropos, beberapa halte bus berubah menjadi tempat singgah pedagang kaki lima

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Kondisi Halte Bus di Jalan Raya Ir. Juanda, Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Selain dipenuhi coretan pilok, di halte itu juga menjadi tempat mangkalnya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan tukang ojek. 

WARTA KOTA, BEKASI - Kondisi halte bus di Kota Bekasi cukup memprihatinkan.

Selain dipenuhi coretan dan atapnya keropos, beberapa halte bus berubah menjadi tempat singgah pedagang kaki lima (PKL).

Seperti yang terjadi di halte bus Jalan Raya Ir. Juanda, Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Coretan pilok mengotori tulisan halte berwarna putih dan berlatarbelakang hijau itu. Beberapa keramik ada yang terkelupas dan atapnya bocor.

Di bawah atap itu, terdapat PKL dan beberapa tukang ojek yang tengah menunggu penumpang.

Mereka sengaja mangkal di sana, karena jumlah penumpang angkutan umum yang naik dan turun di halte itu cukup tinggi.

Kondisi serupa juga terlihat di halte bun Jalan Raya KH. Noer Ali, Bekasi Barat atau dekat Universitas Guna Darma. Meski tidak ada PKL, namun kondisi di sana cukup memprihatinkan.

Atap dan keramiknya sudah terkelupas, bahkan posisi lantai halte dan jalanan sejajar.

Padahal untuk melindungi penumpang, posisi halte harus lebih tinggi daripada jalan raya.

Kila (28) salah seorang PKL di halte Bulak Kapal mengaku, baru sebulan menempati lapak itu. Ia berdalih hanya sebagai penjaga warung rokok milik pamannya asal Kuningan, Jawa Barat.

"Di sini saya hanya menjaga barang dagangan saja. Nanti hasilnya bagi dua tiap dua bulan sekali," kata Kila saat ditemui di lokasi pada Minggu (26/4) siang.

Kila mengatakan, keberadaan warung rokok milik pamannya sudah ada sejak halte itu berdiri atau berkisar 15 tahun silam.

Selama berjualan di sana, barang dagangannya sudah sering terkena razia petugas Satpol PP. Namun karena desakan ekonomi, ia pun tetap menjajakan barang dagangannya di lokasi.

Edi (50) salah seorang tukang ojek di lokasi mengatakan, sudah dua tahun ini ia kerap mangkal di sana. Selain lokasinya nyaman dan teduh, di sana juga ramai dilintasi oleh penumpang yang turun dari angkutan umum.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved