Komunitas Beta UFO
Inilah Para Pemburu Alien
Mereka percaya alam raya terlalu luas untuk hanya dihuni manusia.
Fajriantara Basuara (29) juga punya pengalaman menarik terkait UFO. Ketika sedang belajar mengaji di masjid, ia, guru mengaji, dan teman-temannya melihat benda berwarna merah melayang lalu melesat ke langit.
Pengalaman waktu SD itu membuat Fajriantara terus penasaran untuk mengenal UFO lebih lanjut. ”Kata pak kiai itu santet. Saksinya banyak. Pandangan tradisional bilang itu santet. Bagi yang lebih gaul dibilang UFO,” tambahnya.
Berburu UFO
Beberapa kali melihat benda melayang aneh di langit, Subhan Nur Hakim (35) selalu dihantui pertanyaan, ”apakah kita benar-benar sendirian di alam yang luas ini?” Memiliki bekal pengetahuan tentang astronomi dasar, Subhan percaya bahwa UFO yang pernah dilihatnya bukan sekadar fenomena alamiah.
Rindu kembali melihat UFO, Subhan terus berburu penampakan benda melayang aneh itu. Jika langit cerah, ia sering kali iseng membawa kamera dan binokuler sambil memandang bintang. Awalnya banyak orang menertawakan ”hobi” melihat langit itu. ”Sering kali dianggap aneh,” kata Subhan.
Meskipun belum pernah melihat, Riskawuni (23), Irfan Rasyid (29), dan Prawiro turut penasaran. Mereka pun lantas berburu UFO bersama teman-teman sesama anggota komunitas Beta-UFO. Selain memotret langit di tempat-tempat seperti kawasan Dago yang banyak dikunjungi UFO, mereka juga ikut berkunjung ke lokasi-lokasi lain seperti ke Candi Sukuh.
Relief candi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ini dinilai unik dengan gambar makhluk-makhluk aneh bersayap. ”Pendekatannya beragam dari science, budaya kosmologi, senang-senang. Terserah. Yang penting saling menghormati antaranggota. Yang tahu banyak malah justru lebih terbuka,” ujar I Wayan Sandi Setia Dharma (31).
Pengetahuan anggota Beta-UFO terkait UFO ternyata tak berhenti sekadar hobi. Mereka kini telah menjadi rujukan masyarakat terkait fenomena UFO di Indonesia. Penampakan UFO seperti kejadian menghebohkan di Monas beberapa waktu lalu dengan mudah bisa dinyatakan palsu oleh Beta-UFO.
Dari asal katanya, Beta merupakan kependekan dari benda terbang aneh yang identik dengan UFO. Di samping kopi darat, anggota Beta-UFO aktif membahas fenomena terkait UFO melalui diskusi online. Seluruh hasil penelitian mereka dipublikasikan melalui media website dan laporan tahunan.
Di luar sana, begitu banyak kemungkinan yang bisa terkuak kapan saja, di mana saja....